Beda Gaya Baju Lebaran Perempuan Berhijab Malaysia dan Indonesia, Menurut Desainer

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi Hijabers dengan Baju Kurung. shutterstock.com

Ilustrasi Hijabers dengan Baju Kurung. shutterstock.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Ada beberapa perbedaan gaya baju lebaran perempuan berhijab alias hijaber Malaysia dan Indonesia. Menurut Hadi Aizat Zainal, Head of Design for Zalia and Lubna, perempuan berhijab Malaysia lebih minimalis, sementara hijaber Indonesia menyukai ada sentuhan kilau, permainan corak, dan embroidered.

"Wanita berhijab Malaysia menyukai baju lebaran bergaya minimalis, tone down, sementara wanita berhijab Indonesia lebih ke all out (ada corak dan sentuhan kilau)," ujarnya ditemui usai konferensi pers Zaloraya di Jakarta Selatan, Jumat, 23 Februari 2024.

Bicara soal pilihan warna, meski kerap bergaya minimalis, hijaber Malaysia berani bermain warna tak cuma pastel. "Ada warna bold juga di Malaysia seperti dark vibrant," jelasnya. Sementara kebanyakan hijaber Indonesia menyukai warna pastel, menurut Hadi.

Terkait padu padan busana, Hadi mengatakan hijaber Malaysia memilih baju kurung saat Hari Raya Idul Fitri, sementara wanita berhijab Indonesia kerap memakai gamis, abaya atau padanan atasan dengan rok maupun celana.

Desainer asal Malaysia, Hadi Aizat Zainal sebagai Head of Design for Zalia and Lubna ditemui di Jakarta Selatan, Jumat, 23 Februari 2024. Foto: CANTIKA/Silvy Riana Putri

Koleksi Zalia and Lubna di Zaloraya 2024

Dalam acara Zaloraya 2024, Zalia menyuguhkan koleksi "Her Majesty" yang mengombinasikan budaya Barat dan Timur dalam permainan material renda dan tulle. Dari segi pilihan busana terdapat gaun panjang, gamis, long tunik, celana, dan plisket.

Adapun color palette koleksi baju lebaran Zalia and Lubna di Zalorya 2024 kebanyakan bermain di area pastel, hitam, putih, dan dusty. Meski demikian, ada beberapa baju berwarna terang.

Koleksi Busana Desainer Tanah Air di Zaloraya 2024

Selain koleksi baju dari desainer Malaysia, Zaloraya 2024 juga menawarkan koleksi busana raya dari sembilan desainer modest fashion Tanah Air. Mereka adalah Vivi Zubedi, Geulis, Benang Jarum, Nada Puspita, Klamby, Ria Miranda, Kamilaa & Preview by Itang Yunasz, Ria Atelier, dan Embara.

Klamby mengusung koleksi raya Archipelago Series yang terinspirasi dari keindahan Indonesia yang bermuara dari Sabang hingga Merauke. Sementara itu, Ria Miranda dengan bangga mempersembahkan koleksi Hari Raya terbarunya, Selayar, yang menghadirkan keindahan dan kehormatan tradisi Makassar. Adapun Vivi Zubedi menampilkan koleksi Le Vermillon Voyage yang merepresentasikan lika-liku kehidupan lewat permaina pola, geometrik, dan bunga, warna tegas hingga monogram.

Konferensi pers Zaloraya 2024 di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat, 23 Februari 2024. Foto: CANTIKA/Silvy Riana Putri

Embara mengangkat pesona motif tenun dan modernisasi gaya. Sementara itu, Benang jarum menawarkan 10 looks bertajuk Aquila Series yang terinspirasi dari cantiknya burung merak. Pilihan busananya dari blus, tunik, dan dress serta warna bold. Geulis memadukan material lace dengan songket sebagai sentuhan kearifan lokal.

Lalu, ada koleksi Ria Atelier yang terinspirasi keindahan bunga bermekaran. Dan, ada koleksi Indah Nada Puspita yang fokus para corak floral dan pilihan warna pastel.

Zaloraya 2024 merupakan acara Zalora luring atau offline pertama di Indonesia. Selama 10 hari mulai dari 23 Februari 2024 - 3 Maret 2024 di Mal Kota Kasablanka, Zaloraya 2024 menawarkan rangkaian kegiatan dari fashion, gaya hidup, dan kecantikan. 

Pilihan Editor: Caren Delano bagi Tips Penggunaan Perhiasan untuk Wanita Berjilbab

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."