Perjalanan Bisnis Benang Jarum yang Dirintis saat Pandemi Covid-19

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Vice President of Marketing and Brand Strategy Benang Jarum, Kanya Trihapsari ditemui di Jakarta Selatan, Rabu, 7 Februari 2024. Foto: CANTIKA/Silvy Riana Putri

Vice President of Marketing and Brand Strategy Benang Jarum, Kanya Trihapsari ditemui di Jakarta Selatan, Rabu, 7 Februari 2024. Foto: CANTIKA/Silvy Riana Putri

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Para pelaku modest fashion Indonesia terus bertumbuh, bahkan di masa awal pandemi Covid-19. Merek busana modest Benang Jarum salah satunya. Menurut Kanya Trihapsari, Vice President of Marketing and Brand Strategy Benang Jarum, pembatasan aktivitas di luar rumah saat awal pandemi Covid-19 menjadi tantangan pertama yang tak diduga sebelumnya.

"Tak menyangka ada pandemi Covid-19, kami sudah buka toko pertama di fX Sudirman. Literally, kami bangun brand langsung buka toko di Februari 2020, lalu fashion show, satu minggu kemudian pandemi (pembatasan aktivitas di luar rumah). Jadi, bisa dibilang saat itu kami adalah bayi yang bekerja keras dan survive (bertahan) di tengah badai," tutur Kanya di Jakarta Selatan, Rabu, 7 Februari 2024.

"Awalnya agak pusing, tapi ternyata pandemi itu tidak selalu buruk tergantung gimana cara kita survive," tambahnya.

Kanya menyebutkan berpikir positif alias positive mindset salah satu kunci mengelola bisnis saat pandemi.

"Positive mindset. Di tengah kondisi yang tidak stabil dan tidak bisa diprediksi,  ketahanan mental perlu disiapkan. Sebab kalau mental kita tidak kuat, tantangan apa pun tak bisa dilewati. Small problem (masalah kecil) aja bisa jadi berat," katanya.

Dia juga mengatakan pentingnya mengelola emosi dan ekspektasi dan tetap berusaha dalam menghadapi tantangan.

Ditanya soal rumus mengembangkan suatu merek, Kanya mengatakan membaca kebutuhan pelanggan adalah kunci utama.

"Mendengarkan customer, lihat peluang yang ada. Selain lihat peluang juga konsisten, itu dua hal yang harus dimiliki," jelasnya.

Perkembangan Benang Jarum

Benang Jarum diketahui tergabung di  Modinity Group, perusahaan yang juga menaungi Buttonscarves. Jadi, kelahirannya bertujuan saling melengkapi satu sama lain.

"Scarf-nya dari Buttonscarves, busananya apa, ya, that's why (itulah alasannya) lahirnya Benang Jarum," jelasnya.

Dua tahun pertama Benang Jarum berdiri, Kanya mengatakan mereka fokus membesarkan secara offline. Baru di tahun kemarin, mereka merambah penjualan secara daring atau online di e-commerce termasuk Tokopedia.

Kanya mengungkapkan kurang dari satu tahun bergabung di perusahaan yang berusia hampir 15 tahun itu, pertumbuhan Benang Jarum mencapai 65 persen. Fitur Top Ads salah satu yang berperan meningkatkan penjualan. "Ternyata jualan fashion wanita di Tokopedia menjanjikan," ujar Kanya.

Selama hampir empat tahun berdiri, Benang Jarum sudah memiliki 20 toko di beberapa wilayah di Indonesia, berkolaborasi, dan mengikuti beberapa gelaran pekan mode termasuk Jakarta Fashion Week.

Pilihan Editor: The Dream Park Series, Koleksi Buttonscarves dan Benang Jarum dengan Disney

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."