Pentingnya Penelitian Ilmiah dalam Proses Pengambilan Keputusan di Perusahaan

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Mitra Tarigan

google-image
CEO Nutrifood Mardi Wu dalam acara Nutrifood Research Center (NRC) menggelar NRC Summit 2024 pada 17 Januari 2023 di Atma Jaya Jakarta. Cantika/Mitra Tarigan

CEO Nutrifood Mardi Wu dalam acara Nutrifood Research Center (NRC) menggelar NRC Summit 2024 pada 17 Januari 2023 di Atma Jaya Jakarta. Cantika/Mitra Tarigan

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - CEO Nutrifood Mardi Wu mengatakan bahwa penting sekali perusahaan mengambil keputusan bisnis berdasarkan penelitian ilmiah. Hal itu pula yang diterapkannya di perusahaan yang dia pimpin. “Sebagai perusahaan produsen makanan dan minuman kesehatan, kami senantiasa mengandalkan prinsip dan pendekatan ilmiah untuk bisnis Nutrifood," katanya pada Nutrifood Research Center (NRC) menggelar NRC Summit 2024 pada 17 Januari 2023 di Atma Jaya Jakarta. 

NRC Summit 2024 merupakan konferensi pada bidang ilmu kesehatan dan nutrisi, pameran hasil penelitian, serta puncak rangkaian kompetisi NRC Fellowship dan NRC Student Bootcamp 2023. Kegiatan ini diikuti lebih dari 200 partisipan. Acara ini pun menjadi bentuk selebrasi 20 tahun lahirnya NRC sebagai bagian dari Nutrifood yang mendukung inspirasi gaya hidup sehat, melalui berbagai program inspiratif dan penelitian.

Mardi Wu mengatakan ia sebenarnya sudah memiliki tim riset dan pengembangan di perusahaannya. Namun dengan riset, ia pun ingin agar penelitian ilmiah tetap digunakan di berbagai lini bisnis. "Kami ingin bikin suasa scientific yang lebih dalam. Kami juga ingin ikut aktif dalam forum ilmiah dan koleborasi dalam kegiatan akademisi," katanya. 

Dengan mengambil keputusan berbasis riset, dan jurnal nasional maupun internasional, Mardi Wu merasa hasil produk dari timnya bisa lebih kredibel. "Keputusan juga sangat berbasis ilmiah," katanya. 

Bahkan sudah hal lazim bagi tim Mardi Wu bahwa untuk naik jabatan, misal ke tingkat manajer, seseorang pun harus membuat proyek penelitian. "Jadi proyek itu harus berdasarkan ilmu, tidak hanya pengamatan biasa saja," katanya. 

Tak heran, kata Mardi Wu, beberapa orang merasa kenaikan tingkat di perusahaannya cukup menyeramkan. 

Dalam hal tim produksi di pabrik, Mardi Wu pun membuat laboratorium rasa alias sensory lab. "Makanan sehat yang kami buat, kalau tidak enak ya tidak laku. Makanya bikin sensory lab yang rasanya mengacu pada negara Eropa dan Jepang," katanya.

Timnya pun membuat neuromarketinglab. Artinya, konsumen yang mencicipi produknya, akan dicek enak dan tidaknya melalui gelombang otak di laboratorium. "Biasanya kan kalau cek makanan itu susah dideskripsikan enak atau tidaknya. Makanya pakai gelombang otak saja," kata Mardi Wu yang yakin bahwa brand yang kredibel itu perlu memiliki dasar penelitian. 

Bagaimana bila hasil penelitiannya tidak menghasilkan apa-apa atau bahkan negatif? Menurut Mardi Wu, hal ini tidak masalah. Justru hasil penelitian yang hasilnya negatif pun bisa berguna sebagai penanda bahwa percobaan model seperti itu salah dan keputusan atau solusi serupa hasil penelitian tidak perlu diambil. "Kita jadi paham itu bukan jalannya. Orang boleh kok berbuat salah sehingga dia bisa belajar ambil risiko. Hasilnya akan ada budaya berinovasi," katanya. 

Ia justru menyayangkan bila karyawannya malas melakukan penelitian dan takut membuat kesalahan dalam penelitiannya. "Bila seperti itu, jadi sulit berinovasi," katanya. 

Budaya membuat penelitian sebelum mengambil keputusan pun bisa membangun budaya belajar di timnya. Mardi Wu mengatakan budaya belajar yang dia lakukan adalah dengan membuat learning group, tim pembahasan isi buku. 

Mardi Wu juga menganjurkan karyawannya untuk punya minat belajar dan mengajar melalui budaya penelitian. Ia juga meminta agar para senior tidak takut atau malu ketika harus belajar dari karyawan junior. "Yang muda juga bisa mengajar yang tua di kantor. Misalnya mengajarkan media sosial," katanya. 

Sebelumnya, selama dua dekade, NRC telah menghasilkan 42 publikasi ilmiah dengan lima topik penelitian utama, meliputi nutrisi, manajemen berat badan, mikrobioma usus, sindrom metabolik, dan DNA. 

NRC juga telah memberikan penghargaan dan dukungan kepada lebih dari 30 peneliti untuk dapat mengimplementasikan proyek penelitian melalui ajang NRC Grant dan Fellowship. NRC juga telah berkolaborasi dengan lebih dari 25 institusi untuk terus memberikan dampak positif yang lebih luas.

Pilihan Editor: Alasan Ilmiah Kamu Jatuh Cinta dengan Pria yang Sifatnya Berbeda

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."