5 Cara Atasi Kulit Wajah yang Terlihat Lelah

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Mitra Tarigan

google-image
Ilustrasi pijat wajah (Pixabay)

Ilustrasi pijat wajah (Pixabay)

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Kelelahan dapat muncul di kulit dalam berbagai cara. Tidak jarang lawan bicara kita akan mengomentari raut wajah kelelahan. Hal itu pun bisa terlihat di kulit wajah. “Kulit adalah organ terbesar di tubuh kita, dan wajah kita berfungsi sebagai kanvas unik untuk narasi visual kesehatan kulit,” kata dokter estetika Dr. Pamela Chong seperti disiarkan Channel News Asia, Selasa 2 Januari 2023.

Menurut Chong, seiring berbagai tekanan dalam hidup, tubuh menanggung beban. Kulit pun akan menunjukkan tanda lelah atau terlihat lelah.

Bagaimana kulit menunjukkan kelelahan? Chong mengatakan aspek kualitas kulit secara garis besar dapat dibagi menjadi empat kategori yakni kekencangan, tekstur, warna dan kilau. Melalui keempat aspek tersebut orang-orang melihat tanda-tanda kelelahan, mulai dari lingkaran hitam dan bengkak di sekitar mata, munculnya garis-garis halus, kerutan, serta kulit kusam dan kasar.

Terkait kulit yang lelah, Chong berpendapat hal utama yang berkontribusi terhadap kondisi itu yakni faktor intrinsik seperti penuaan, genetika, dan perubahan hormonal dan serta ekstrinsik yakni paparan sinar matahari, gaya hidup tidak sehat, dan praktik perawatan kulit yang buruk.

Lalu, bagaimana mengatasi wajah yang tampak lelah?

1. Eksfoliasi

Chong menuturkan penuaan adalah penyebab utama mengapa kulit mulai terlihat lelah. Pergantian sel yang lebih lambat dapat menyebabkan penumpukan sel kulit mati di permukaan kulit, membuat kulit terlihat kusam dan kurang cerah.

Selain itu, menghabiskan banyak waktu di luar ruangan dengan paparan sinar matahari terus-menerus, larut malam, asupan minuman beralkohol dan kafein berlebihan, serta rutinitas pembersihan kulit yang buruk juga dapat membuat kulit terasa kasar.

Kulit kusam biasanya tidak memiliki kemilau dan vitalitas yang khas seperti kulit awet muda dan sehat. Ketika kulit kehilangan kecerahan dan kecerahannya, kulit akan tampak lelah. "Kulit yang tidak berkilau juga sering terasa kasar dan tidak rata (warnanya) sehingga semakin berkontribusi terhadap persepsi kelelahan," kata Chong.

2. Tingkatkan hidrasi

Kulit yang terhidrasi dengan baik terlihat lebih sehat dan awet muda. Chong berpendapat hidrasi yang cukup memastikan kulit tetap terhidrasi dan sirkulasi darah berjalan baik untuk mengantarkan nutrisi penting dan oksigen ke sel-sel kulit.

Hal itu mendorong regenerasi dan perbaikan sel kulit, memungkinkan kulit menjadi lebih siap untuk bertahan melawan tekanan lingkungan, yang pada gilirannya berkontribusi terhadap kulit yang sehat bercahaya dan cerah.

3. Cerahkan mata

Tidur larut malam, kurang tidur dan kurang minum air putih dapat menyebabkan lingkaran hitam, mata bengkak, dan kantung mata, yang semua itu berkontribusi pada penampilan lelah dengan menimbulkan bayangan dan menyebabkan mata terlihat kurang cerah.

4. Gunakan primer

Penata rias Marie Soh mengatakan saat kulit terlihat lelah, ia bisa tampak kusam dan pucat. Untuk mengatasi kondisi itu, dia merekomendasikan penggunaan primer untuk memperbaiki warna kulit dan membuat wajah tampak lebih bercahaya, bahkan tanpa menggunakan alas bedak. Pilihlah primer warna yang cocok untuk mencerahkan warna kulit, atau warna primer ungu guna memperbaiki warna kulit pucat.

5. Tambahkan warna

Menurut Soh, salah satu cara termudah untuk segera mengembalikan kecerahan pada kulit yang lelah adalah dengan menambahkan warna pada wajah. Ini berarti perona pipi dan lipstik harus menjadi pilihan demi membuat wajah terlihat lebih terjaga dan siap.

Selain warna, Soh juga menyarankan untuk menambahkan highlighter pada bagian atas wajah, tulang pipi, tulang alis, dan batang hidung untuk memberikan efek cerah pada area tersebut sekaligus mengatasi kusam.

Pilihan Editor: Tips Bikin Kulit Cerah dengan Buah Naga

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."