5 Manfaat Melibatkan Anak Laki-laki dalam Pekerjaan Rumah Tangga, Latih Keterampilan Hidup dan Kemandirian

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi balita bantu orang tua. Foto : Fatherly

Ilustrasi balita bantu orang tua. Foto : Fatherly

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Untuk membesarkan anak laki-laki Anda menjadi pria yang baik hati, cerdas, penuh hormat, dan cerdas, sebagai orang tua, Anda harus fokus pada hal-hal kecil dan aktivitas yang diterapkan sedari dini. Salah satu hal yang sederhana namun penting adalah mengajarkan pekerjaan rumah tangga. Pergeseran norma-norma sosial telah menyoroti pentingnya melibatkan anak laki-laki dalam tugas-tugas rumah tangga untuk mematahkan stereotip gender dan menumbuhkan keterampilan hidup yang penting.

Dengan memperkenalkan dan menekankan pentingnya pekerjaan rumah sejak dini, orang tua dapat membesarkan anak laki-laki yang lebih berempati, cakap, dan penuh hormat. Berikut manfaat melibatkan anak laki-laki dalam pekerjaan rumah tangga

1. Menjadikan Pribadi Akuntabel dan Mandiri

Memberikan tugas rumah kepada anak laki-laki sejak usia muda akan menanamkan rasa akuntabilitas dan kemandirian. Tugasnya bisa apa saja mulai dari menata meja, mencuci pakaian, hingga membersihkan kamar sendiri.

Tanggung jawab ini mengajarkan anak laki-laki pentingnya berkontribusi pada unit keluarga dengan lebih dari satu cara. Melalui tugas-tugas ini, anak laki-laki memahami bahwa rumah yang berfungsi dengan baik memerlukan keterlibatan aktif setiap orang dan bahwa kontribusi mereka penting.

2. Mengajarkan Kesetaraan Gender

Melibatkan anak laki-laki dalam pekerjaan rumah tangga membantu mematahkan stereotip gender. Seperti kita ketahui pekerjaan rumah tangga sebagian besar dikaitkan dengan anak perempuan, sehingga membuat anak laki-laki berpikir bahwa melakukan tugas-tugas rumah tangga dapat melukai ego mereka.

Dengan mendorong anak laki-laki untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini, orang tua mematahkan stereotip tersebut, mengajarkan mereka bahwa tanggung jawab rumah tangga tidak spesifik gender. Hal ini berkontribusi pada pemahaman terhadap pandangan dunia yang lebih inklusif dan adil, mempersiapkan anak laki-laki untuk menjadi individu yang penuh hormat dan penuh perhatian yang menghargai kemampuan setiap orang tanpa memandang gender.

3. Keterampilan Hidup

Melibatkan anak laki-laki dalam pekerjaan rumah tangga akan memupuk keterampilan hidup yang penting. Melalui tugas-tugas seperti memasak atau bersih-bersih, anak laki-laki mempelajari keterampilan praktis yang akan bermanfaat bagi mereka sepanjang hidup. Penting untuk melihat tugas-tugas ini sebagai tugas sederhana, dan bukan sesuatu yang lebih rendah atau lebih unggul.

4. Menghargai Peran Anggota Keluarga Lainnya

Salah satu manfaat melibatkan anak laki-laki dalam pekerjaan rumah tangga adalah memahami upaya yang diperlukan dalam mengelola tanggung jawab rumah tangga termasuk penghargaan terhadap pengasuh dan pembagian kerja dalam sebuah keluarga. Pemahaman ini meletakkan dasar untuk mengembangkan sikap hormat dan empati terhadap individu yang melakukan tugas-tugas tersebut di berbagai lingkungan di luar rumah.

5. Mengajarkan Pentingnya Kerja Sama

Melibatkan anak laki-laki dalam pekerjaan rumah tangga memberikan contoh positif bagi hubungan mereka di masa depan. Ketika anak laki-laki menyaksikan orang tua mereka berbagi tanggung jawab rumah tangga dan sama-sama berkontribusi dalam pekerjaan rumah, mereka belajar pentingnya kerja sama dan kemitraan dalam hubungan. Pengamatan ini membantu membentuk sikap dan perilaku mereka terhadap kemitraan di masa depan, mendorong rasa saling menghormati dan berbagi tanggung jawab dalam kehidupan pribadi dan profesional mereka.

Pilihan Editor: 5 Cara Menumbuhkan Keberanian Anak pemalu, Kuncinya Berproses dan Tetap Dampingi

TIMES OF INDIA

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."