Alasan Mengapa Vaksinasi Pranikah Penting Dilakukan Calon Pengantin

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Ilustrasi pasangan menikah. Shutterstock

Ilustrasi pasangan menikah. Shutterstock

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Bagi pasangan yang akan menikah dan ingin memiliki momongan, melakukan pemeriksaan pranikah (pemeriksaan kesehatan pranikah) dan vaksinasi merupakan upaya preventif yang harus dilakukan untuk mencegah masalah kesehatan pada dirinya, pasangannya, dan keturunannya kelak.

Oleh karena itu, menyadari pentingnya vaksinasi pranikah, MSD Indonesia terus mengajak masyarakat untuk memahami pentingnya vaksinasi pranikah dan melakukan vaksinasi sedini mungkin.

Beberapa vaksin yang menjadi bagian dari persiapan pernikahan dan perencanaan kehamilan calon pengantin antara lain Vaksin Human Papillomavirus (HPV) dan Vaksin Campak, Gondongan, dan Rubella (MMR).

Dokter Subspesialis Penyakit Dalam atau Konsultan Alergi dan Imunologi Prof.DR.dr. Iris Rengganis, Sp.PD, K-AI mengatakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh HPV adalah kanker serviks. HPV dapat menular melalui hubungan seksual dan kemungkinan penularannya meningkat seiring dengan aktivitas seksual pada usia dini, berganti-ganti pasangan seksual, dan memiliki pasangan seksual yang berisiko tinggi.

Tak hanya pada perempuan, sekitar 4 dari 10 kasus kanker akibat HPV terjadi pada laki-laki. Sayangnya, saat ini tidak semua orang di usia remaja menerima dosis vaksin HPV yang dianjurkan.

Faktanya, di Amerika hanya sekitar 48 persen remaja berusia 13 hingga 15 tahun yang menerima dosis vaksin HPV yang dianjurkan pada tahun 2018. Jadi penting bagi mereka yang akan menikah untuk mendapatkan vaksinasi HPV, kata Iris dalam siaran persnya. keterangan diterima MSD Indonesia, Rabu.

Sedangkan vaksinasi MMR sangat penting karena pernikahan tentunya tidak lepas dari kehamilan. Selain melindungi setiap anak perempuan, vaksin MMR membantu mencegah sindrom rubella kongenital pada bayi baru lahir.

Iris juga mengatakan, wanita usia subur juga penting untuk selalu mendapatkan vaksinasi, terlepas dari apakah mereka sedang mencoba untuk hamil atau tidak.

Wanita usia subur sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan mereka mendapatkan vaksinasi sebelum hamil. Wanita usia subur yang tidak hamil dan tidak memiliki bukti kekebalan harus mendapatkan setidaknya satu dosis vaksin MMR. Faktanya, sekitar 50 persen dari seluruh kehamilan tidak direncanakan, ujarnya.

Sedangkan yang bisa mendapatkan vaksinasi MMR adalah ibu menyusui karena tidak mengganggu respon terhadap vaksin MMR, dan bayi tidak akan terkena vaksin melalui ASI. Ibu menyusui juga bisa mendapatkan vaksinasi HPV. Bagi ibu hamil, pemberian vaksinasi HPV dan MMR dapat ditunda hingga persalinan.

Oleh karena itu, vaksin HPV dan vaksin MMR penting untuk didapatkan bagi mereka yang akan memasuki tahap pernikahan, karena manfaatnya yang dapat memberikan perlindungan tidak hanya kepada calon pengantin tetapi juga kepada keturunannya agar tetap sehat dan berkualitas. ,” pungkas Iris Rengganis.

Pilihan Editor: Vaksinasi Lengkap Hingga Protokol Kesehatan Bisa Cegah Pneumonia Pada Anak

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."