Hutan Leuser di Aceh, Inspirasi Koleksi Rimba dari Sejauh Mata Memandang

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Sejauh Mata Memandang merilis koleksi bertajuk Rimba terinspirasi dari Taman Nasional Gunung Leuser di Aceh. Foto: Dok. Sejauh Mata Memandang

Sejauh Mata Memandang merilis koleksi bertajuk Rimba terinspirasi dari Taman Nasional Gunung Leuser di Aceh. Foto: Dok. Sejauh Mata Memandang

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Bertepatan dengan Hari Konservasi Alam Nusantara yang diperingati setiap 10 Agustus, jenama mode Sejauh Mata Memandang merilis koleksi teranyar bertajuk "Rimba". Corak di koleksi terbatas ini terinspirasi dari Kawasan Ekosistem Leuser di Aceh Timur sebagai tempat terakhir di dunia bagi empat spesies yang terancam punah untuk dapat hidup berdampingan di alam liar, yaitu gajah Sumatera, badak Sumatera, harimau Sumatera, dan orangutan Sumatera.

Menurut Chitra Subyakto, Pendiri dan Direktur Kreatif Sejauh Mata Memandang, selain empat spesies langka tersebut, ada pula ilustrasi burung, tanaman khas, hingga sisa pepohonan yang sudah ditebang di kawasan ekosistem Leuser tersebut menghiasi koleksi Rimba. Motif tersebut adalah pandangan matanya saat berada di Leuser beberapa waktu lalu.

"Jadi, kalau kita lihat di sini (scarf putih yang dibentangkan), ini hutan Leuser, ada yang pohonnya masih ada, ada yang pohonnya udah ditebang. Trus ditebang, ada yang jadi kelapa sawit, trus ada yang jadi rumahan. Jadi ini menceritakan tentang keadaan hutan leuser yang waktu itu saya lihat di sana," jelas Chitra di Jakarta Selatan, Kamis, 10 Agustus 2023.

Adapun dari pilihan warna terdapat warna hitam, off white, dan hijau botol. Pilihan desainnya simpel dan fungsional berupa luaran atau outer, baju Padma, baju panjang, baju Chandra hingga scarf untuk wanita. Sementara itu, kemeja lengan pendek untuk pria.

Di koleksi “Rimba”, Sejauh Mata Memandang menjalin kerja sama dengan pengusaha rumahan printing tekstil di Bali yang menerapkan proses produksi bertanggung jawab. Menggunakan pewarna buatan bersertifikat OEKO-TEX® STANDARD 100 yang telah teruji aman untuk kulit anak-anak maupun yang memiliki kulit sensitif dan proses produksi ini dapat menghemat air serta tidak mencemari lingkungan.

Sebagai bentuk komitmen dalam menerapkan sirkularitas, Sejauh Mata Memandag tetap menggunakan kain serat TENCEL™ yang tak hanya diproses secara bertanggung jawab dan dapat terurai kembali ke alam (biodegradable) di masa akhir pakainya, tetapi juga dinilai lembut dan memberikan rasa nyaman saat dipakai. Pilihan bahan ini dirasa cocok dengan iklim tropis Indonesia terlebih dengan adanya fenomena gelombang panas yang kerap melanda saat ini.

(keempat dari kiri) Chitra Subyakto, Pendiri dan Direktur Kreatif Sejauh Mata Memandang (SMM) bersama para model yang memamerkan koleksi terbaru SMM bertajuk Rimba. Foto: Dok. Sejauh Mata Memandang

Konsistensi Sejauh Mata Memandang Ikut Lestarikan Lingkungan

Menurut data dari McKinsey & Co., industri mode dunia turut menyumbang persentase kasar sejumlah 4 persen dari keseluruhan emisi gas rumah kaca di seluruh dunia. Berkaca dari kondisi tersebut, Sejauh Mata Memandang konsisten menorehkan karya busana yang bertanggung jawab bagi lingkungan, termasuk koleksi “Rimba”.

“Koleksi ini merupakan sebuah ekspresi dari komitmen Sejauh Mata Memandang dalam upaya menjaga dan melestarikan alam terutama hutan serta berbagai makhluk yang hidup di dalamnya. Sejalan dengan ini, Sejauh Mata Memandang juga turut berpartisipasi pada program restorasi hutan di Kawasan Ekosistem Leuser yang sudah berjalan sejak akhir tahun 2020," ucap Chitra.

Bersama dengan Yayasan HAkA dan Forum Konservasi Leuser, Sejauh Mata Memandang menginisiasi program restorasi hutan ini dan perkembangannya yang hingga awal tahun 2023 ini telah berhasil merestorasi area hutan seluas 20 hektare, setara dengan sekitar 8.000 pohon.

“Inisiatif ini merupakan bentuk kolaborasi kami dengan para Sahabat Sejauh yang telah membeli produk kami, dengan menyumbangkan sebagian dari hasil pembelian mereka untuk program restorasi hutan,” kata Chitra.

Menurut dia, meski sudah banyak di sekitar kita yang sadar akan ancaman kepunahan yang dihadapi oleh beberapa spesies makhluk hidup khas Indonesia, tak sedikit pula yang belum memahami tindakan apa yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk turut andil dalam konservasi hutan tempat bernaungnya flora dan fauna yang terancam, contohnya ekosistem di Leuser.

"Untuk itu, Sejauh Mata Memandang mengambil inisiatif pelestarian dengan cara yang sederhana dan lebih dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia. Melalui koleksi Rimba, kami berharap kesadaran dan partisipasi Sahabat Sejauh dalam mendukung upaya penting ini dapat meningkat,” ungkapnya.

Koleksi Rimba dari Sejauh Mata Memandang secara eksklusif dan terbatas tersedia di Dia.Lo.Gue Shop Kemang dan website sejauh sejak tanggal 10 Agustus 2023.

Pilihan Editor: Sejauh Mata Memandang bagi Tips Ramah Lingkungan, Mulai dari Pakaian

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."