Jangan Abaikan Masalah Makan pada Anak, dari Gangguan Pencernaan hingga Alergi

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Ilustrasi anak sedang makan (pixabay.com)

Ilustrasi anak sedang makan (pixabay.com)

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Masalah makan pada anak perlu menjadi perhatian karena dapat berdampak pada terganggunya pertumbuhan. Hal tersebut dikatakan Pakar Gastrohepatologi dari Fakultas Universitas Indonesia Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo Prof. dr. Badriul Hegar. 

Konsumsi zat nutrisi yang tidak optimal, perkembangan juga terganggu, dan mempengaruhi emosinya,” ungkap Hegar saat dijumpai di Jakarta Selatan, Selasa, 18 Juli 2023. Lebih lanjut, Hegar menjelaskan bahwa kejadian masalah makan pada anak juga bervariasi, tergantung dari istilah dan umur si kecil. Namun 20 hingga 70 persen masalah makan dialami oleh anak usia di bawah 5 tahun.

Masalah makan sendiri bisa disebabkan faktor lingkungan, perilaku atau psikologi anak, atau bisa juga disebabkan gangguan organik seperti gangguan saluran cerna.

Beberapa gangguan pencernaan yang menyebabkan ketidaknyamanan anak saat makan dan membuat anak enggan makan yakni diare, muntah, sakit perut, demam, gastroesophageal reflux disease (GERD), intoleransi laktosa, atau gangguan gastrointestinal lainnya.

Selain memengaruhi nafsu makan anak, gangguan-gangguan tersebut juga dapat membuat kesan tidak menyenangkan pada anak sehingga anak memiliki rasa takut ketika makan.

“Meskipun sebagian besar disebabkan non organik, sebagai dokter dan orang tua perlu mewaspadai adanya gejala penyakit organik pada 20-30 persen anak dengan masalah makan,” terang Hegar.

Beberapa kelainan organik yang menyebabkan masalah makan pada anak terbagi menjadi tiga macam. Pertama, gangguan saluran cerna penyakit refluks gastroesofagus (PRGE), kolik infantil, infeksi saluran cerna.

Alergi Makanan 

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."