Mengenal Gejala, Cara Mencegah Thalassemia, dan Bedanya dengan Anemia

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Ilustrasi sel darah merah. Pixabay.com/Vector8DIY

Ilustrasi sel darah merah. Pixabay.com/Vector8DIY

IKLAN

CANTIKA.COM, JakartaThalassemia, mungkin ditelinga beberapa orang, penyakit ini terdengar asing. Ketidaktahuan atas penyakit ini membuat banyak orang mendeteksinya saat sudah telat. Penyakit ini merupakan penyakit yang sangat genetik. Oleh karena itu, penting melakukan pemeriksaan sejak dini. Memperingati hari Thalassemia sedunia, komunitas Yayasan Sahabat Pipi Merah (YSPM) yang sudah berdiri sejak 2021 ini mengadakan rangkaian program bertajuk “Teman Thalassemia”.

Darah merupakan komponen terpenting bagi penderita Thalassemia, oleh karena itu, Yayasan  Sahabat Pipi Merah menggandeng Komunitas Sahabat Donor Darah untuk bekerja sama dalam acara “Aksi Nyata Donor Darah” sekaligus memberikan awareness akan manfaat dari donor darah bagi penderita Thalasemia yang masih sangat asing di telinga masyarakat ini. 

Apa itu Thalassemia?

Thalassemia merupakan kelainan genetik, kelainan bawaan dari lahir yang mengubah struktur sel darah merah. “Jadi bentuk sel darahnya ini gak sesuai dengan yang seharusnya,” jelas Dr. Joseph Mikhael Husin. 

Akibat bentuk dari sel darah merah yang tidak sempurna ini, darah kurang maksimal untuk mengantarkan oksigen serta nutrisi pada tubuh. “Oksigennya tidak tersampaikan dengan baik kepada sel-sel yang membutuhkan,” jelasnya lebih lanjut. Menurut paparan dari penyintas Thalasemia ini, ia membutuhkan 2 hingga 4 kantong darah per-minggunya.

Perbedaan Thalasemia dengan Anemia

Anemia, merupakan kondisi dimana penderitanya mengalami kekurangan sel darah merah. Thalassemia merupakan kondisi dimana penderitanya itu memiliki sel darah merah yang terganggu, jadi ketika dilakukan pemeriksaan seperti pengecekan hemoglobin, maka akan terdeteksi rendah.

Jenis Thalassemia

Thalassemia memiliki berbagai macam tingkatan. Ada Thalassemia minor, yang lebih ringan. Biasanya, Hb penderitanya akan terdeteksi pada batas bawah atau lebih rendah. Kondisi ini juga kerap tertukar dengan Anemia dikarenakan sama sama adanya kekurangan sel darah merah.

Sedangkan Thalassemia mayor, hb nya akan selalu lebih rendah dari batas normal. Gejalanya semakin berat seperti penghambatan pertumbuhan (kurangnya berat badan).

Ciri khas pengidap Thalassemia

"Bentuk wajah dari penderita Thalasemia ini akan ada perbedaan. Seperti dahinya yang cenderung lebih besar dan lonjong, rahang bagian atas cenderung sedikit maju, serta hidung terlihat lebih pesek tanpa adanya pangkal hidung. Hal ini juga ditandai dengan lambatnya pertumbuhan ketika saat kanak-kanak, jika anak memiliki berat badan yang tak kunjung naik, bisa dijadikan pertanyaan apa sebabnya," jelas Dr. Joseph Mikhael Husin. 

Cara mencegah terjangkitnya Thalassemia

Pencegahan dapat dilakukan dengan mendorong individu yang tergolong thalassemia untuk menikah dengan pasangan yang memiliki darah normal, karena anak dari pasangan tersebut tidak akan menderita thalassemia, meskipun sifat thalassemia masih memungkinkan. Pengecekan sejak dini juga diperlukan, dengan adanya tes darah yang dilakukan sebelum menikah, agar meminimalisir terjadinya kelainan genetik ini.

Pilihan Editor: Tanda Anak Alami Thalassemia, Wajah Pucat Hingga Mudah Lelah

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."