5 Hal yang Perlu Diketahui Jika Anda Memiliki Melasma, Hindari Pemicu dan Pakai Sunscreen

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Ilustrasi melasma. Foto : vstory

Ilustrasi melasma. Foto : vstory

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Melasma adalah kondisi kulit umum yang mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Hal ini ditandai dengan munculnya bercak coklat atau abu-abu di wajah, terutama di dahi, pipi, hidung, dan bibir atas. Meskipun bukan merupakan kondisi medis yang serius, melasma dapat membuat stres dan memengaruhi kepercayaan diri seseorang. 

Jika Anda menderita melasma, penting untuk mengetahui beberapa hal penting untuk merawatnya. Dari pemicu umum yang dapat menyebabkan melasma kambuh, hingga praktik perawatan kulit terbaik dan pilihan perawatan, kami akan memberi Anda informasi yang Anda butuhkan untuk tetap mendapat informasi dan proaktif tentang kesehatan kulit Anda.

Dr. Neha Sharma, Dermatolog pendiri klinik Estique, Gurugram, berbagi  lima hal penting yang perlu Anda ketahui jika Anda menderita melasma.

1) Melasma adalah kondisi kulit kronis yang umum, mengakibatkan pigmentasi wajah simetris, berjerawat, dan kecoklatan. Biasanya muncul di wajah – pipi, dahi, pangkal hidung, di atas bibir atas, dagu.

2) Pigmentasi disebabkan oleh kelebihan produksi melanin (yaitu pigmen warna), oleh sel pigmen kulit yang disebut melanosit.

3) Penyebab melasma antara lain:

· Predisposisi genetik

· Paparan sinar matahari: Sinar UV dari matahari merangsang melanosit, meningkatkan pigmentasi dengan cara meningkatkan produksi melanin.

· Perubahan hormon: perubahan hormon internal, seperti yang terlihat pada kehamilan, stres, gangguan tiroid serta perawatan hormon eksogen dalam bentuk kontrasepsi oral, alat kontrasepsi dalam rahim, terapi penggantian hormon, dll semua terlibat dalam memicu melasma.

Obat-obatan tertentu seperti obat anti kejang, obat anti keganasan juga bisa menjadi penyebab.

4) Ada beberapa cara pengobatan melasma, baik di rumah maupun di lingkungan medis.

· Pertama, pemicu yang diketahui dapat dihindari. Ini bisa termasuk tidak minum pil kontrasepsi dan malah menggunakan bentuk kontrasepsi lain.

· Menghindari sinar matahari langsung dan melindungi kulit saat terkena sinar matahari. Krim pencerah kulit bisa membantu. Krim ini perlu diresepkan oleh dokter. Prosedur juga dapat dilakukan untuk membantu mengobati melasma termasuk pengelupasan kimiawi dan mesoterapi.

· Jika melasma Anda telah berkembang sebagai akibat dari kehamilan Anda, gejala cenderung membaik setelah Anda melahirkan. Jika melasma Anda disebabkan oleh kehamilan, Anda lebih mungkin melihat gejalanya terulang kembali selama kehamilan berikutnya.

5) Untuk pencegahan, perlindungan terhadap sinar matahari sangat penting karena paparan sinar UV dapat memicu melasma atau memperburuk gejalanya. Area kulit yang terdapat melasma juga semakin gelap sebagai respons terhadap sinar matahari sehingga sangat penting untuk melindungi kulit Anda dari sinar matahari.

Mengenakan tabir surya serta pelembab wajah SPF 50 dianjurkan, serta menutupi saat berada di bawah sinar matahari dan menghindari panas tengah hari yang kuat. Penggantian hormon atau pil kontrasepsi juga dapat dihindari untuk mencegah gejala melasma.

Pilihan Editor: 

HINDUSTAN TIMES 

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."