Tanda Wanita sedang Ovulasi, Bukan Cuma Payudara Bengkak

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi pasangan dan kesuburan. Shutterstock.com

Ilustrasi pasangan dan kesuburan. Shutterstock.com

IKLAN

Cara Mengetahui Masa Ovulasi

Ada banyak cara berbeda untuk melacak masa ovulasi, termasuk tes darah dan USG yang dilakukan oleh dokter Anda. Namun, Anda juga dapat mengecek masa ovulasi sendiri di rumah:

1. Perhitungan dari Siklus Menstruasi

Untuk seseorang yang memiliki siklus menstruasi pada hari yang sama setiap bulan, mereka dapat memulai dengan menghitung mundur 14 hari dari awal menstruasi mereka, kata Dr. Ahmad. Jika Anda seseorang yang memiliki siklus 31 hari, ini mungkin terjadi pada hari ke 17, katanya.

"Dalam kebanyakan kasus, metode sederhana ini dapat bekerja untuk melacak ovulasi."

2. Periksa Lendir Leher Rahim (Serviks)

Lendir serviks cenderung meningkat saat Anda subur dan memiliki penampilan yang lebih jernih, elastis, dan 'putih telur'," kata Dr. Ahmad.

3. Suhu Tubuh Basal

Suhu tubuh basal adalah suhu tubuh terendah Anda saat istirahat. Suhu ini akan sedikit berfluktuasi sepanjang siklus menstruasi, meningkat saat Anda berovulasi. Jadi melacaknya dapat membantu memprediksi ovulasi pada siklus mendatang, kata Dr. Ahmad.

Untuk melacak suhu tubuh basal Anda, Anda perlu memeriksa suhu Anda pada waktu yang sama setiap hari, saat Anda bangun dan sebelum melakukan apa pun.

"Begitu seseorang berovulasi, suhunya naik setidaknya 0,5 derajat Fahrenheit dan akan tetap tinggi selama beberapa hari," kata Dr. Ahmad.

Menurut Mayo Clinic, Anda paling subur selama dua sampai tiga hari sebelum suhu tubuh Anda naik.

4. Gunakan Strip Urine

Tes-tes ini biasanya melacak kadar hormon luteinizing (alias bahan kimia yang bertanggung jawab untuk memicu proses reproduksi tertentu, seperti ovulasi) dalam urine Anda, kata Dr. Greves.

5. Gawai untuk Melacak Ovulasi

Menurut Dr. Ahmad, ada gelang pelacak ovulasi yang berguna melacak parameter fisiologis seperti detak jantung, suhu kulit, dan laju pernapasan untuk mencoba membantu memprediksi kapan Anda akan berovulasi.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."