Film Dokumenter Meghan Markle dan Pangeran Harry, Masa Kecil Hingga Rumitnya Kisah Cinta

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Fotografer Misan Harriman mengunggah foto Meghan Markle dan Pangeran Harry sebelum menghadiri upacara pembukaan One Young World Summit di Manchester, Inggris, awal September 2022. Instagram.com/@misanharriman

Fotografer Misan Harriman mengunggah foto Meghan Markle dan Pangeran Harry sebelum menghadiri upacara pembukaan One Young World Summit di Manchester, Inggris, awal September 2022. Instagram.com/@misanharriman

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Serial dokumenter tentang Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle menjadi dokumenter yang paling banyak ditonton di platform streaming Netflix, kata perusahaan itu, Selasa, 13 Desember 2022 waktu setempat.

Seperti dikutip dari Reuters, tiga episode pertama film dokumenter "Harry & Meghan" ditonton 81,55 juta jam setelah debut Kamis lalu, kata Netflix dalam pernyataan. Lebih dari 28 juta rumah tangga menonton setidaknya bagian dari serial tersebut.

"Harry & Meghan" adalah serial berbahasa Inggris paling banyak ditonton kedua di Netflix Global antara 5-11 Desember, hanya berada di belakang serial "Wednesday". Di Inggris, "Harry & Meghan" jadi serial bahasa Inggris nomor satu pekan ini.

Pada tiga episode pertama, Duke dan Duchess of Sussex itu mengungkapkan kisah-kisah seperti Meghan yang mengingat tentang ancaman kematian pertamanya, juga Harry bicara tentang pengalaman mereka memakai samaran saat berkencan.

Meghan Markle dan Pangeran Harry menghadiri Robert F. Kennedy Ripple of Hope Award Gala di New York City, Amerika Serikat, Selasa 6 Desember 2022. Instagram.com/@_duchess_of_sussex

Apa yang diungkapkan Harry dan Meghan dalam serial Netflix?

Netflix telah merilis tiga episode pertama dari dokumenter enam bagian mengenai Pangeran Harry dan Meghan, Kamis, menunjukkan bagaimana pasangan itu bertemu dan masalah yang mereka hadapi sebagai bagian dari kerajaan Inggris.

Masa Kecil

Seperti disiarkan Reuters, Jumat, Harry mengatakan masa kecilnya diwarnai dengan tekanan publik, dengan adanya drama, stres, juga air mata, di mana dia juga menyaksikannya jatuh di wajah sang ibu.

Perempuan di Kerajaan

Harry juga mengatakan dia telah belajar tentang "rasa sakit dan penderitaan perempuan yang menikah ke dalam institusi ini."

Tentang Meghan

Ketika Harry bertemu dengan Meghan, dia khawatir media akan menjauhkan orang tersayang darinya, sama seperti yang terjadi di masa lalu. Menurut Harry, Meghan telah banyak berkorban, seperti kebebasan, untuk bergabung dengan dunia Harry. Setelah itu, Harry melakukan hal sebaliknya.

Harry mengatakan bagi banyak orang di dalam keluarga, terutama laki-laki, ada dorongan untuk menikahi orang yang cocok ketimbang siapa yang memang ditakdirkan untuk mereka.

Perbedaannya adalah antara membuat keputusan dengan kepala atau hati. "Ibuku jelas membuat sebagian besar keputusan dari hatinya. Dan saya adalah putra ibu saya."

Tentang Diana

Harry mengatakan istrinya serupa dengan Putri Diana, punya gairah yang sama, empati yang sama, kepercayaan diri yang sama dan kehangatan yang sama.

Harry menerima akan ada orang-orang yang tidak mengerti apa yang dia lakukan, tapi dia tahu apa yang dilakukan untuk melindungi keluarganya, terutama setelah apa yang menimpa ibunya. "Saya tidak mau sejarah terulang lagi."

Pemakaman Diana

Harry mengatakan dia diminta untuk tidak menunjukkan emosi, bertemu dengan orang-orang dan menjabat tangan mereka.

Tentang berpakaian Nazi

Menurut Harry, itu adalah kesalahan terbesar dalam hidup yang sangat memalukan. Dia belajar dari kesalahan itu.

Perceraian Orangtua

Harry tidak mau mengulangi kesalahan yang sama seperti Charles dan Diana dan ingin membangun keluarga harmonis.

Tentang Reaksi Keluarga Bertemu Meghan

Menurut Pangeran Harry, keluarganya tak menyangka dia bisa mendapatkan perempuan cantik. Namun, fakta bahwa dia berkencan dengan aktris Amerika mungkin mempengaruhi penilaian mereka di awal.

Baca: Meghan Markle Cerita Perkembangan Dua Anaknya dan Rutinitas Pagi menjadi Ibu

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."