3 Hal Dasar Dalam Perawatan Kulit Harian, Apa yang Sering Terlewat Olehmu?

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Mitra Tarigan

google-image
Membersihkan wajah setiap hari bisa jadi cara menghilangkan jerawat. (Canva)

Membersihkan wajah setiap hari bisa jadi cara menghilangkan jerawat. (Canva)

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Dokter spesialis kulit Sulistyaningrum mengingatkan tiga hal dasar dalam perawatan kulit yang sebaiknya orang terapkan setiap hari agar kulit tetap sehat. Dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) itu mengatakan pertama yakni pembersihan atau cleansing.

"Cleansing pagi sore, pilih jenis sabun paling ringan," ujar Sulistyaningrum dalam konferensi pers peluncuran peluncuran Nusantics Biome Beauty di Jakarta, akhir September 2022.

Berikutnya yakni hidrasi. Menurut dia, hidrasi penting mengingat sebagian orang banyak terpapar AC atau matahari. Paparan sinar matahari terus menerus dapat menyebabkan kulit yang semula normal menjadi kering. "Kalau kulit kering lama-lama bisa menjadi oily karena kelenjar sebasea menjadi terpacu akhirnya produksi minyak menjadi berlebih," kata Sulistyaningrum.

Kelenjar sebasea terletak di bawah permukaan kulit, berfungsi untuk mengeluarkan zat minyak atau sebum. Kelenjar ini dan kelenjar keringat turut berperan dalam mengatur suhu tubuh agar tetap stabil.

Selanjutnya lindungi kulit dari paparan sinar matahari antara lain dengan mengenakan tabir surya mengandung faktor pelindung matahari atau SPF dan pelindung lain seperti topi dan kacamata hitam. Menurut Johns Hopkins Medicine, sinar ultraviolet yang berasal dari matahari berdampak buruk bagi kulit, sinar UVB misalnya dapat menyebabkan risiko kanker kulit yang jauh lebih besar daripada UVA.

Sementara sinar UVA menyebabkan munculnya kerutan dan hilangnya elastisitas kulit. UVA juga meningkatkan efek merusak dari UVB, termasuk kanker kulit dan katarak. Sulistyaningrum mengatakan parameter kulit sehat dapat diidentifikasi secara fisik salah satunya dari sisi kelembapan kulit. Kulit lembap artinya memiliki barrier atau lapisan terluar untuk melindungi kulit, yang bagus. "Kulit lembap sangat baik untuk mikroba baik. Kalau produksi sebum normal maka kondisi barrier kulit normal, jadi tidak gampang iritasi, alergi," kata dia.

Sebelumnya perusahaan bioteknologi berbasis teknologi genomics, Nusantics, menghadirkan Biome Beauty, Microbiome Friendly Skincare. Klaim microbiome friendly skincare tengah berkembang pesat di Indonesia, namun di saat yang sama muncul juga pertanyaan tentang bukti apa yang mendukung klaim tersebut dan bagaimana sebuah skincare dapat dikatakan microbiome friendly. Produk skincare baru dapat disebut microbiome friendly jika formula atau kandungannya tidak mengganggu keberadaan microbiome kulit dan ramah bagi lingkungan. Berangkat dari fakta tersebut, Biome Beauty telah diuji secara in vivo (pengujian dengan parameter microbiome langsung di kulit manusia yang merupakan gold standard uji klinis) terbukti merupakan elemen penting yang mampu menjaga keseimbangan microbiome di kulit.

Konferensi Pers Peluncuran Biome Beauty by Nusantics/Nusantics

Microbiome yang kita kenal sebagai virus, jamur, bakteri, dan archaea sering dianggap sebagai sumber penyakit, padahal keberagaman dan keseimbangan microbiome di tubuh manusia justru memiliki peran penting bagi imunitas. Begitupun saat microbiome kulit tidak seimbang, maka akan timbul masalah kulit seperti jerawat, beruntusan, break out, kusam, warna kulit tidak rata, dan berbagai masalah kulit lainnya.

Sulistyaningrum mengatakan microbiome kulit yang seimbang akan memperkuat skin barrier, melindungi kulit dan membantu menjaga kulit terhadap virus dan bakteri berbahaya. Apabila microbiome tidak seimbang dapat diatasi dengan penggunaan skincare yang ramah untuk microbiome kulit, yang tidak mengganggu keberagamannya dan mampu mengembalikan kulit sehat kita. "Perlu diingat bahwa knowing your skin profile itu penting, karena setiap orang kebutuhan kulitnya berbeda dan penanganannya juga berbeda. Kalau kulitnya aman, tidak bermasalah, dan microbiome-nya seimbang, cukup dengan nutrisi atau cukup menggunakan skincare yang menjaga keseimbangan microbiome kulit,” katanya.

Hal yang senada diungkapkan Co-Founder dan CEO Nusantics, Sharlini Eriza Putri, bahwa keberagaman dan keseimbangan microbiome sangat penting bagi imunitas tubuh kita. Nusantics Biome Beauty diciptakan dari serangkaian proses pemahaman kehidupan yang ada di kulit. Nusantics Biome Beauty diharapkan bisa menjadi solusi untuk masalah kulit kebanyakan orang Indonesia yang didominasi bakteri atau jamur. "Untuk itulah, Biome Beauty hadir untuk menyeimbangkan microbiome, karena Biome Beauty bukan hanya sekedar sebuah brand, tapi juga solusi masalah kulit bagi banyak orang baik remaja hingga dewasa dalam mengembalikan kesehatan kulitnya. Kami, Nusantics percaya bahwa keberagaman dan keseimbangan microbiome-lah yang akan menghasilkan kulit sehat,” ujar Brand Manager Nusantics Skin, Ilma Nakya.

ANTARA

Baca: Terinspirasi dari Gwyneth Paltrow, Brad Pitt Luncurkan Lini Perawatan Kulit

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."