Jangan Mudah Tergiur, Simak 6 Tips Memilih Asuransi Kesehatan Berikut Ini

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Ilustrasi Asuransi Jiwa. shutterstock.com

Ilustrasi Asuransi Jiwa. shutterstock.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Saat ini ragam produk asuransi kesehatan dari yang murah hingga premium banyak tersedia di pasar. Lalu, bagaimana memilih asuransi kesehatan? Head of Health Strategic Business Unit Sequis Mitchell Nathaniel menyarankan kepada masyarakat yang ingin membeli asuransi kesehatan dapat mencatat kebutuhan manfaat dari asuransi secara detail lalu sesuaikan dengan kemampuan keuangan. 

Hal ini kata Mitchell agar tidak memberatkan finansial keluarga. Begitu juga saat mendapat penawaran produk asuransi, Mitchel menyarankan agar calon nasabah menanyakan hingga detail pada agen asuransi tentang manfaat, cakupan, pembayaran premi, tata cara serta syarat yang dibutuhkan ketika klaim.

Lebih detail tentang tips memilih asuransi kesehatan, tips dari Mitchell Nathaniel berikut ini bisa menjadi panduan Anda:

 1. Batas tahunan (limit klaim) yang tinggi

Umumnya, limit klaim asuransi kesehatan ada dua jenis, yakni batas tahunan dan batas seumur hidup. Pada asuransi dengan batas tahunan, jika batas tahunan habis maka biaya pengobatan dan perawatan selanjutnya adalah tanggungan nasabah hingga limit terisi kembali di tahun depan. Pilihlah asuransi kesehatan yang tidak memberlakukan batas seumur hidup dan pastikan batas tahunan asuransi per tahun juga jumlahnya mencukupi kebutuhan Anda. 

Pada asuransi kesehatan yang komprehensif akan memberikan keleluasaan bagi pasien dan nasabah agar bisa mendapatkan perawatan medis yang terbaik tanpa harus menggunakan uang pribadi karena nilai perlindungannya yang tinggi. Hal ini penting karena biaya perawatan medis tidak murah dan tidak dapat diketahui nilainya sebelum perawatan selesai. 

2. Memberikan perlindungan terhadap risiko penyakit kritis

Manfaat penyakit kritis akan sangat berguna bila mendadak divonis menderita penyakit kritis atau jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit kritis. Perlindungan penyakit kritis penting mengingat biaya perawatannya cenderung tinggi. 

Sayangnya, tidak semua produk kesehatan menyediakan manfaat ini sehingga pasien harus mengeluarkan dana pribadi. Saat memilih produk asuransi kesehatan, perhatikan daftar penyakit yang masuk dalam pertanggungan. Pastikan penyakit kritis yang berisiko menghabiskan dana besar, ditanggung oleh produk tersebut. 

3. Tersedia manfaat lain yang berguna

Manfaat yang juga perlu dalam asuransi kesehatan adalah tersedia perlindungan atas penyakit covid-19 sebab kita masih berhadapan dengan bahaya potensi penularan, munculnya mutasi baru, dan adanya kemungkinan peningkatan kasus secara perlahan. Manfaat lain yang juga bisa menjadi pertimbangan adalah jika memberikan manfaat terapi okupasi, wicara, dan pengobatan tradisional Tiongkok.

 4. Tersedia fasilitas pembayaran nontunai atau cashless

Salah satu hal penting dalam memilih asuransi adalah cara klaim. Usahakan pilih asuransi kesehatan yang menyediakan cara klaim nontunai (cashless). Prosedur ini akan memudahkan saat proses pembayaran karena keluarga pasien hanya perlu menunjukkan kartu kepesertaan asuransi ketika proses pembayaran di kasir rumah sakit. Pembayaran biaya rumah sakit dengan cashless, bermanfaat untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi nasabah saat menjalani perawatan di rumah sakit rekanan.

Ilustrasi peningkatan inklusi asuransi.

5. Jaringan rumah sakit yang luas

Saat harus dirawat medis, biasanya akan mencari rumah sakit terdekat atau terlengkap. Hindari asuransi dengan manfaat perlindungan atas beragam jenis penyakit tapi hanya diterima di sedikit rumah sakit. Sebaliknya, jika asuransi kita memiliki jangkauan luas di banyak rumah sakit di Indonesia dan di luar negeri maka pasien dan keluarga akan terbantu soal akses karena mudah dan cepat ketika dibutuhkan. 

Keuntungan lainnya adalah saat sakit tapi berada di luar kota, bisa tetap mendapatkan perawatan yang nyaman di rumah sakit yang memiliki kerja sama dengan perusahaan asuransi yang Anda pilih. Demikian juga saat tertimpa musibah kecelakaan bisa segera mendapat perawatan di rumah sakit rekanan perusahaan asuransi.

6. Memiliki reputasi yang baik

Kredibilitas perusahaan dapat dilihat dari kemampuan menyediakan ragam produk asuransi yang sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga dengan lugas dapat memberikan informasi detail tentang produk-produk asuransinya yang bisa ditemukan pada situs resmi perusahaan berupa Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLay). 

Selain itu, reputasi perusahaan asuransi dapat diketahui juga dari rasio solvabilitas yang dalam industri asuransi dikenal dengan istilah Risk-Based Capital (RBC), indikator kemampuan perusahaan membayar kewajibannya kepada nasabah. Persyaratan minimum RBC yang ditetapkan OJK adalah sebesar 120 persen. 

Menutup penjelasannya, Mitchell mengingatkan masyarakat yang sedang dalam proses mengambil produk asuransi agar mengisi Surat Permintaan Asuransi (SPA) dengan lengkap, jujur, dan jelas agar terhindar dari kemungkinan ditolaknya pengajuan klaim di kemudian hari. Ia juga menyarankan bagi yang sudah memiliki polis asuransi dapat membaca dengan saksama seluruh ketentuan, manfaat, dan pengecualian yang tercantum dalam polis.

“Manfaatkan waktu 14 hari setelah polis diterima (free look period) untuk menyampaikan keberatan atau perubahan bila terdapat ketentuan yang tidak sesuai. Nasabah perlu memahami dengan benar isi polis asuransinya agar bisa mendapatkan manfaat maksimal dari asuransi untuk menyiapkan hari esok yang lebih baik,” tutup Mitchell.

Baca: Hari Asuransi, Simak Tips Pilih Asuransi Paling Tepat

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."