Kisah Cinta Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip, Persahabatan Sejati yang Indah

Ratu Inggris Elizabeth dan Pangeran Philip menunggu untuk menyambut tamu sebelum jamuan kenegaraan di istana kepresidenan Bellevue di Berlin, Jerman, 24 Juni 2015. Pasangan Kerajaan Inggris ini telah menikah selama 74 tahun. REUTERS/Wolfgang Kumm

cinta

Kisah Cinta Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip, Persahabatan Sejati yang Indah

Jumat, 9 September 2022 19:31 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Ecka Pramita

CANTIKA.COM, JakartaRatu Elizabeth II telah mangkat pada Kamis, 8 September 2022 menyusul belahan jiwanya Pangeran Philip yang telah lebih dulu berpulang. Salah satu kenangan yang terekam ialah perjalanan kisah cinta mereka yang seperti banyak orang bilang menua bersama, kendati mereka mesti menghadapi masalah demi masalah internal. 

Masih terekam dalam ingatan manakala sang Ratu mengenang sosok suami tercintanya di banyak momen. Salah satunya ialah mereka punya tradisi menghabiskan musim liburan akhir tahun di Kastil Windsor. Namun, tahun di 2022 momen itu hanyalah tinggal kenangan, kisah cinta dan persahabatan mereka telah mengabadi. 

Baru di tahun ini, dia menghabiskannya tanpa suami tercinta yang lebih dulu berpulang saat berusia 99 tahun pada April 2021. Bagi Ratu Elizabeth, Pangeran Philip adalah batu karangnya dan telah berada di sisinya selama hampir 70 tahun pemerintahannya dan beberapa tahun sebelumnya.

"Dia akan sangat kehilangan persahabatannya," kata seorang sumber yang dekat dengannya dalam edisi musim dingin People Royals. "Tapi dia adalah orang yang tabah."

Pasangan ini menikmati senja keemasan bersama di bulan-bulan sebelum dia meninggal di Kastil Windsor, dan sumber mengatakan dia merasa terhibur dari kenyataan bahwa keluarganya dapat mengucapkan selamat tinggal secara langsung.

"Saya yakin dia punya banyak waktu untuk mempersiapkannya." Tetapi, Bedell Smith menambahkan, "Saya tidak berpikir siapa pun harus meremehkan bahwa, betapapun tangguhnya, betapapun kuatnya keyakinan dan betapapun kuatnya dia, ini adalah orang kepercayaan yang sudah tidak ada lagi.

Secara tersirat, dalam beberapa kenangannya, Ratu pernah mengatakan jika kebersmaan dengan Pangeran Philip seperti layaknya sahabat. Pasangan ini bisa saling mengisi satu sama lain dan juga menghadapi segala persoalan bersama-sama.

Pasangan ini mengikat janji suci pernikahan pada 20 November 1947, awal pernikahan mereka pun sudah dilalui dengan rintangan yang tak terduga dan cukup berat. Hal itu dimulai ketika diangkatnya Elizabeth sebagai Ratu. Dengan gelar itu, tentu dirinya dilimpahi tanggung jawab yang begitu besar. 

Meskipun acara Netflix populer The Crown, menggambarkan Pangeran Philip sebagai orang yang tidak bahagia pada hari-hari awal pernikahannya, tetapi pada kenyataannya Pangeran Philip melakukan pengorbanan untuk istri tercintanya itu.

"Pangeran Philip mengambil peran luar biasa yang tidak mungkin bagi istrinya dan menjadi ibu dan ayah bagi anak-anak mereka, memungkinkan sang ratu untuk memenuhi persyaratan untuk posisinya,” jelas penulis buku biografi kerajaan Ingris Seward tentang pernikahan mereka.

Memaknai bros yang dikenakan sang Ratu

Ratu Elizabeth II menghadiri pemakaman Pangeran Philip di Kapel St.George di Kastil Windsor. Pada upacara tersebut, Ratu Elizabeth terlihat mengenakan busana serba hitam, ditambah dengan bros berlian besar.

Ratu mengenakan gaun jas hitam untuk upacara, dipasangkan dengan topi yang serasi, sarung tangan, sepatu hak tinggi, dan untaian mutiara khasnya. Sang Ratu juga mengenakan bros khusus dalam acara penuh kesedihan ini.

Pada pemakaman Pangeran Philip, Ratu Elizabeth II mengenakan Bros Richmond yang sangat simbolis untuk upacara tersebut. Bros, yang pernah dipakai Ratu beberapa kali di masa lalu, adalah salah satu yang terbesar dalam koleksinya. Bros ini menampilkan komponen mutiara berbentuk buah pir, tetapi sang Ratu mengenakan bros tanpa detail itu hari ini.

Ada kisah panjang di ballik Bros Richmond ini. Nenek Elizabeth, Ratu Mary, dianugerahi bros tersebut, yang dibuat oleh Hunt dan Raskell, pada tahun 1893 sebagai hadiah pernikahan. Bros itu menampilkan berlian, dengan dua mutiara — satu mutiara di tengah bulat besar dan mutiara yang bisa dilepas. Mary mengenakan bros itu saat berbulan madu di Osborne House di Isle of Wight.

Ratu Elizabeth terlihat selama pemakaman Pangeran Philip, suaminya yang meninggal pada usia 99 tahun, di Kapel St George, di Windsor, Inggris, 17 April 2021. [Yui Mok / Pool via REUTERS]

Elle, dalam laporannya menyebut, sangat tepat bahwa Ratu Elizabeth memilih untuk mengenakan bros khusus ini pada acara pemakaman. Ini mengingat hubungan romantis yang dimilikinya dalam keluarganya dan kisah cinta kakek-neneknya sendiri. Elizabeth dan Philip menikah pada 20 November 1947 dan merayakan ulang tahun pernikahan ke-74 mereka tahun ini.

"Dia adalah seseorang yang tidak mudah menerima pujian tetapi dia, sederhananya, telah menjadi kekuatanku dan tinggal selama ini, dan aku, dan seluruh keluarganya, dan ini dan banyak negara lain, berhutang padanya lebih besar daripada dia. akan mengklaim, atau kita akan pernah tahu, "katanya pada ulang tahun pernikahan ke-50 mereka pada tahun 1997, dikutip dari Elle.

Putra kedua ratu, Pangeran Andrew memberikan petunjuk tentang sikap ibunya ketika dia berbicara dengan wartawan dua hari setelah kematian ayahnya.

"Ratu, seperti yang Anda duga, adalah orang yang sangat tabah," kata Andrew, 61 tahun. "Dia menggambarkan (kematiannya) sebagai meninggalkan kekosongan besar dalam hidupnya tetapi kami, keluarga, orang-orang yang dekat, berkumpul untuk memastikan bahwa kami ada di sana untuk mendukungnya.

"Dia adalah wanita yang memiliki perasaan mendalam, tetapi dia bekerja sangat keras untuk menampilkan wajah tanpa ekspresi," kata Bedell Smith. "Itu sebagian karena perannya, dan sebagian lagi temperamennya dan cara dia dibesarkan."

KINANTI MUNGGARENI | ELLE | HARPERS BAZAAR | USA TODAY | PEOPLE | WASHINGTON POST 

Baca: Mengenang Ratu Elizabeth II, Michelle Obama: Ratu Sangat Berarti bagi Kami