Digitalisasi Bisnis Sering Jadi Hambatan Ibu Bikin Bisnis

Konferensi Virtual Ibu Punya Mimpi dan Bank Jago

karir

Digitalisasi Bisnis Sering Jadi Hambatan Ibu Bikin Bisnis

Minggu, 26 Desember 2021 05:42 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Mitra Tarigan

CANTIKA.COM, Jakarta - CEO & Co-Founder Ibu Punya Mimpi Marisa Paramita mengatakan salah satu hambatan terbesar bagi para ibu untuk memulai bisnis online adalah melakukan digitalisasi bisnisnya mereka sendiri. "Kami menyadari saat ini semakin banyak perempuan mulai mengembangkan usahanya. Tapi salah satu tantangan para ibu adalah melakukan digitalisasi pada bisnisnya," kata Marisa dalam diskusi virtual pada 22 Desember 2021.

Untuk merayakan dan mendukung mimpi yang para ibu miliki, kami mengadakan Festival Ibu Punya mimpi yang didukung oleh Bank Jago agar bisa mewujudkan digitalisasi merata bagi para ibuprenur untuk mempersiapkan mereka mengembangkan bisnisnya secara sukses di era digital.

Dalam rangka merayakan hari ibu, PT Bank Jago berkolaborasi dengan Ibu Punya Mimpi, sebuah platform belajar online untuk membantu para ibu dalam mengembangkan bisnisnya melalui program edukasi dan akselerasi bisnis. Program ini bertujuan untuk mengenalkan para ibu kepada cara mudah mencapai kondisi keuangan yang lebih baik sehingga para #IbuMakinJago mewujudkan mimpinya.

Menurut Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, nilai transaksi e-commerce diperkirakan mencapai Rp 395 triliun pada akhir 2021 atau meningkat 48,5 persen dari tahun sebelumnya. Namun sayangnya, dari sekitar 64 juta total pengusaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia, hanya 21 persen di antaranya yang melakukan usahanya secara online.

Bank Jago pun mencoba ikut membantu para ibu untuk mengatasi tantangan serta mengatur pengelolaan keuangannya. Bank Jago berkolaborasi dengan Ibu Punya Mimpi untuk membantu para ibu belajar menggunakan aplikasi digital yang memudahkan mereka dalam pengelolaan keuangan. Head of Marketing Bank Jago Andy Djiwandono mengatakan penting untuk mengenalkan program edukasi Fintamin (financial vitamin) kepada para ibu muda yang penuh inovasi. Hal itu diibaratkan sebagai serangkaian ‘nutrisi’ yang akan membantu menjaga kesehatan dan daya tahan keuangan para ibu dan keluarganya melalui pengelolaan keuangan yang baik. "Melalui program edukasi ini, kami berharap dapat mempermudah para ibu untuk meningkatkan kesehatan keuangannya dan mengembangkan usahanya,” Andy Djiwandono.

Certified financial planner yang turut merumuskan Fintamin, Annisa Steviani, mengatakan bahwa sebagian besar dari para ibu memiliki aspirasi untuk bisa mencapai kemerdekaan finansial, terbebas dari utang, dan dapat membayar tagihan tepat waktu. Maka perencanaan keuangan dan pengaturan arus kas (cashflow) memiliki peran penting dalam hal ini. “Salah satu hal yang paling dasar adalah mengatur cashflow terlebih dahulu. Untuk itu para ibu dapat menggunakan fitur Kantong pada aplikasi Jago untuk mengatur arus kas dan mengalokasikan dana sesuai dengan target dan kebutuhannya. Ini membantu para ibu agar dananya tidak tercampur,” kata Annisa.

Fitur Kantong (Pockets) pada aplikasi Jago memungkinkan nasabah untuk mengatur Kantong yang berbeda-beda untuk masing-masing tujuan. Nasabah bisa membuat hingga 40 kantong yang disesuaikan dengan tujuan keuangannya, termasuk memisahkan dana pribadi, keluarga, dan usaha. Dan menariknya, setiap kantong memiliki nomor rekening sendiri. Jadi seperti memiliki 40 rekening bank dalam satu aplikasi.

“Bank Jago bertujuan meningkatkan kesempatan tumbuh berjuta insan melalui solusi keuangan digital yang fokus pada kehidupan sehari-hari. Dengan fitur-fitur dalam aplikasi Jago, para ibu dapat melakukan perencanaan keuangan dengan lebih fun, mudah, inovatif, dan kolaboratif bersama keluarga dan orang tersayang,” kata Andy.

Baca: Pandemi Bikin Penjualan Turun, Digitalisasi Produk Jadi Salah Satu Solusi