Sempat Menuai Kritik Penonton, Ini Harapan Lily Collins untuk Emily in Paris

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Ecka Pramita

google-image
Lily Collins berperan sebagai Emily Cooper dalam serial Emily in Paris yang tayang di Netflix. Instagram.com/@emilyinparis

Lily Collins berperan sebagai Emily Cooper dalam serial Emily in Paris yang tayang di Netflix. Instagram.com/@emilyinparis

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Bintang Emily in Paris, Lily Collins, mengatakan bahwa dia sangat berharap dapat mengulangi perannya di musim ketiga. "Saya berharap ada musim ketiga, saya ingin kembali dan melakukan ini lagi," kata Lily Collins dikutip dari People, Jumat.

Sebagai informasi, serial Emily in Paris baru akan menayangkan musim kedua mulai 22 Desember 2021 di Netflix. Pada musim kedua, penonton akan kembali menyaksikan lebih jauh kehidupan Emily, orang Chicago yang pindah ke Paris dengan sedikit pengetahuan tentang budaya dan bahasa Prancis.

Trailer untuk musim kedua menunjukkan Emily tengah berlibur di pantai bersama teman-temannya dan mendiskusikan kekacauan hidupnya selama di Prancis.

Lily Collins yang juga berperan sebagai produser serial tersebut membocorkan sedikit mengenai musim kedua.

"Ini kesempatan untuk bisa melakukan yang lebih baik di musim kedua. Pasti sulit dilalui dalam arti tertentu, tapi keseluruhannya tidak sesulit itu," kata Emily.

Namun, di balik kesuksesan Emily in Paris, sejumlah kritik menyertainya. Salah satu kritik yang disorot adalah stereotip akan orang Paris yang terkesan malas jika dilihat dari kultur budaya kerja yang disajikan dalam Emily in Paris. Selain itu, fashion Emily sehari-hari pun turut menjadi perhatian karena dinilai terlalu berlebihan.

Selain itu, beberapa kejanggalan dalam Emily in Paris pun tak luput jadi perhatian. Pasalnya, Emily diminta pergi ke Paris tanpa mengerti sama sekali Bahasa Prancis.

Kendati demikian di balik itu semua, Emily in Paris tetap menjadi satu di antara serial yang terbilang sukses dan populer.

Emily in Paris menceritakan kisah Emily, seorang warga Amerika yang bekerja di sebuah perusahaan marketing berskala besar berbasis di Chicago. Suatu hari, sebuah kesempatan emas datang kepada Emily ketika harus menggantikan atasannya pergi ke Paris untuk bekerja di perusahaan marketing. Di sana, Emily harus berbagi ilmu dan pandangan marketing.

Mendapat kesempatan tersebut, Emily pun setuju dan membayangkan hidupnya akan menyenangkan meski harus menjalani long distance relationship dengan sang kekasih.

Baca: Resmi Menikah dengan Charlie McDowell, Lily Collins Pakai Gaun Renda Putih

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."