Legislator Perempuan Minta Pemerintah Beri Perhatian bagi Pasien Long Covid-19

Pemerintah Beri Perhatian bagi Pasien Long Covid-19

Info Cantika

Legislator Perempuan Minta Pemerintah Beri Perhatian bagi Pasien Long Covid-19

Kamis, 21 Oktober 2021 13:42 WIB
Reporter : Editor : Tempo.co - DS

INFO CANTIKA - Covid-19 sudah menginfeksi lebih dari 4 juta penduduk Indonesia. Meskipun telah dinyatakan sembuh, sebagian penyintas Covid-19 kerap memiliki keluhan lanjutan yang dikenal long Covid-19. 

Melihat fenomena ini, Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah agar memberikan perhatian khusus pada penyintas yang mengalami gejala long Covid-19.

“Kondisi long Covid-19 ini harus ada perhatian khusus, tidak boleh dianggap sepele.  Apalagi ada penelitian di Amerika yang menunjukkan bahwa setengah dari jumlah pasien yang sembuh mengalami long Covid-19,” kata Netty, Selasa, 19 Oktober 2021.

Berdasarkan data yang dihimpunnya, per 18 Oktober 2021, kasus sembuh Covid-19 Indonesia sudah mencapai 4.075.011 kasus. “Jika kita memakai ukuran penelitian tersebut, maka akan ada sekitar dua juta orang yang mengalami long Covid-19 di Indonesia. Hal ini membutuhkan penanganan lanjutan,” kata Netty.

Menurut Netty, gejala long Covid-19 yang dijelaskan WHO antara lain, kelelahan, sesak nafas, nyeri perut, penglihatan kabur, nyeri dada, batuk dan lain sebagainya. Untuk itu pemerintah harus memasukkan pasien dengan gejala long Covid-19 sebagai pasien dengan tindakan khusus yang mendapat jaminan pembiayaan.

Politisi Fraksi PKS ini menuturkan, pemerintah tidak boleh lepas tangan begitu saja. Perawatan pasien Covid-19 dan long Covid-19 harus jadi satu paket yang pengobatannya ditanggung oleh negara.

“Perlu disiapkan unit khusus perawatan pasien long Covid-19 di seluruh faskes yang menangani Covid-19. Dengan demikian, para penyintas tidak perlu bingung harus berobat kemana jika mengalami gejala lanjutan pasca dinyatakan sembuh. Pemerintah dapat menyiapkan pilot project-nya di beberapa titik untuk kemudian diduplikasi di tempat lain,” pungkasnya. (*)