Tips Agar Anak Terlindungi Walau Belum Divaksin Covid-19

Siswa Sekolah Dasar saat mengikuti vaksinasi Covid-19 dosis kedua di SMP 160, Jakarta, Selasa 3 Agustus 2021. Berdasarkan data corona.jakarta.go.id, tercatat vaksinasi untuk dosis pertama telah diberikan kepada 7.507.340 orang atau 85,2 persen dari target 8,81 juta orang. TEMPO/Subekti.

kesehatan

Tips Agar Anak Terlindungi Walau Belum Divaksin Covid-19

Minggu, 17 Oktober 2021 23:56 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Mitra Tarigan

CANTIKA.COM, Jakarta - Walaupun sudah ada beberapa negara yang memberikan vaksin Covid-19 kepada anak usia di bawah 12 tahun, di Indonesia hal itu masih dalam penelitian. Salah satu vaksin yang sedang diteliti untuk diberikan kepada anak adalah vaksin buatan Biofarma. "Namun, penelitian dilakukan bertahap mulai dari dewasa, lansia, dan baru anak-anak. Diharapkan tahun depan sudah ada hasilnya," kata Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rini Sekartini, dalam acara #GoodTalkSeries IG Live kolaborasi Good Doctor dengan Sentra Vaksinasi Serviam, Kamis 14 Oktober 2021,.

Seiring menurunnya kasus COVID-19 di Indonesia, ruang perawatan kasus anak juga sangat jauh menurun. Ada beberapa anak dengan komplikasi yang dirawat karena Covid-19 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, misalnya anak dengan gangguan ginjal, pengidap leukemia.

Menurut Rini gejala pada anak memang jarang yang menjadi berat, sebagian besar tidak bergejala. Yang dirawat pasti memiliki penyakit penyerta. Anak-anak juga dapat mengalami long Covid-19, meskipun jarang. Salah satu long Covid-19 yang dirasakan anak adalah masih lemah dan mudah lelah. “Beberapa penelitian memang menemukan kasus long Covid-19 namun tidak seberat orang dewasa. Misalnya tidak ada kasus hilang penciuman dalam waktu lama pada anak, hanya capek dan kadang-kadang batuk dan gatal-gatal terutama anak yang memiliki alergi. Kemungkinan karena daya tahannya belum pulih seperti biasanya,” kata Rini.

Terkait anak sudah mulai masuk sekolah, Rini, meyakinkan bahwa protokol sekolah tatap muka sudah sangat ketat. Anak-anak hanya sekitar 2 jam di kelas dan wajib menggunakan masker bahkan ada yang double masker dan menambahkan face shiled. Selain itu, pembelajaran tatap muka pun hanya dua minggu sekali dan anak tidak membawa bekal sehingga tidak membuka masker selama di sekolah. “Sampai saat ini di DKI Jakarta yang sudah memberlakukan sekolah tatap muka, belum ada klaster sekolah. Ada kasus namun ternyata anak tertular dari klaster di rumah,” kata Rini.

Karena anak-anak belum bisa divaksin, menurut Rini, salah satu upaya melindungi dari infeksi COVID-19 adalah dengan memberikan nutrisi yang sehat. Selain itu, karena anak-anak lebih banyak berkegiatan di rumah, berikan vitamin secukupnya saja jangan berlebihan, cukup vitamin D dan Vitamin C. Atau cukup multivitamin dan Vitamin D. Anak-anak tidak membutuhkan vitamin E secara khusus. Jangan berlebihan karena akan dibuang kelebihannya melalui urine. Vitamin D penting karena banyak anak kekurangan vitamin D terlebih setelah pandemi jarang aktivitas fisik di bawah sinar matahari.

Head of Medical Good Doctor Adhiatma Gunawan mengatakan Good Doctor selalu berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam menangani pandemi COVID-19 melalui berbagai inovasi dan program. Para pasien Long COVID-19 bisa berkonsultasi seputar kesehatan fisik dan mental dengan mitra dokter dan psikolog melalui Klinik Lawan Covid-19 dan dapatkan juga informasi lengkap seputar COVID-19 mulai dari artikel kesehatan terkini, vaksinasi COVID-19, tes COVID-19, vitamin dan obat, serta konsultasi dengan dokter di COVID-19 Care Center, melalui Aplikasi Good Doctor. "Untuk mereka yang belum melakukan vaksinasi juga dapat mendaftarkan diri melalui aplikasi Good Doctor,” katanya.

Good Doctor menyediakan layanan khusus Klinik Lawan COVID. Tersedia juga klinik dokter umum dan dokter spesialis, yang siap membantu melayani konsultasi kesehatan. Untuk kebutuhan membeli obat dan produk kesehatan pun bisa melalui aplikasi GoodDoctor. Termasuk membaca konten kesehatan yang terpercaya, karena sudah dikurasi oleh tim dokter.

Baca: Awas, Komplikasi Diabetes Akut Bisa Terjadi Bila Pasien Terinfeksi Covid-19