Kenali Ciri-ciri Gula Darah Tinggi, Sering Kencing dan Selalu Merasa Haus

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi diabetes. Freepik.com

Ilustrasi diabetes. Freepik.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Jangan abaikan kadar gula darah tinggi atau hiperglikemia, terutama bagi penderita diabetes. Hiperglikemia disebabkan oleh penumpukkan glukosa dalam aliran darah.

Tubuh membutuhkan glukosa atau gula sederhana yang berperan sebagai bahan energi agar otot, organ, dan otak dapat bekerja dengan baik. Tidak cukup di aliran darah, glukosa harus masuk ke dalam sel untuk bisa diproses.

Pankreas memproduksi hormon insulin yang akan memberikan sinyal kepada sel-sel untuk mengambil glukosa dan diubah menjadi glikogen. Tanpa insulin, glukosa akan tetap berada di aliran darah dan akan menyebabkan masalah pada organ, saraf, bahkan aliran darah. Sementara bagi penderita diabetes, tubuh tidak mampu mengolah glukosa dengan baik, sehingga gula tidak terpecah dan tetap di aliran darah.

Jadi, ada baiknya mewaspadai ciri-ciri gula darah tinggi seperti dilansir dari Healthline.

1. Sering pipis

2. Kelelahan

3. Selalu merasa haus

4. Pandangan kabur

5. Sakit kepala

Gula darah tinggi yang tidak diobati dapat menimbulkan kondisi serius pada penderita diabetes yang disebut ketoasidosis. Bukan itu saja, gula darah tinggi yang sudah kronis dapat meningkatkan kemungkinan komplikasi diabetes seperti penyakit jantung, kebutaan, neuropati, dan gagal ginjal.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gejala gula darah tinggi. Penggunaan finger stick untuk memeriksa kadar gula darah dapat dilakukan di rumah, apabila merasakan gejala-gejala di atas. Konsumsi terlalu banyak karbohidrat harus diimbangi dengan berolahraga teratur dan minum air setelah makan untuk membantu menurunkan gula darah.

Baca juga: Waspada, 7 Makanan Ini Kadar Gula Tinggi, Ada Sereal hingga Sup Kemasan

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."