Masker Tomat, Rahasia Anti-Penuaan dengan Cara Natural

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Kinanti Munggareni

google-image
Ilustrasi wanita menggunakan masker dari tomat. Freepik

Ilustrasi wanita menggunakan masker dari tomat. Freepik

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Tomat tidak hanya memiliki rasa yang enak tetapi juga menjaga kesehatan kulit. Maka dari itu masker tomat bisa jadi pilihan untuk perawatan kulit wajah. Namun demikian, tomat juga perlu dikonsumsi karena mengandung likopen, yang merupakan antioksidan dan karenanya berfungsi sebagai tabir surya dari dalam.

Antioksidan ini membuat tomat menjadi produk anti-penuaan karena membantu melawan kerusakan sel dan kemerahan pada kulit. Dianjurkan untuk memiliki setidaknya 16 miligram likopen per hari karena mereka mengurangi jumlah radikal bebas dalam tubuh dan juga membantu mempertahankan kelembapan pada orang yang terbiasa duduk di lingkungan ber-AC.

Ada langkah-langkah sederhana untuk mendapatkan kulit yang tampak sehat dengan menggunakan masker tomat.

Mengecilkan pori-pori

Pori-pori besar memudahkan kotoran masuk dan meningkatkan kemungkinan menginfeksi pori. Untuk mengatasi ini ambil satu sendok makan jus tomat segar. Tambahkan dua hingga empat tetes air jeruk nipis segar ke dalamnya. Gunakan bola kapas untuk mengoleskan campuran ini ke wajah Anda. Pijat dengan gerakan memutar. Biarkan selama sekitar 15 menit lalu bersihkan dengan air dingin. Aplikasi secara teratur akan sangat mengecilkan pori-pori.

Menyembuhkan jerawat

Keasaman dalam tomat membantu mengurangi dan membersihkan jerawat Anda. Vitamin A dan vitamin C banyak ditemukan dalam obat jerawat dan tomat kaya akan vitamin A, vitamin C, dan vitamin K. Jika Anda memiliki jerawat ringan, potong tomat menjadi dua dan oleskan bagian dalamnya pada wajah Anda. Untuk jerawat parah tumbuk tomat segar dan gunakan ampasnya sebagai pembungkus di wajah. Biarkan selama satu jam. Bilas dan lembapkan. Lakukan ini secara teratur atau sebanyak yang Anda bisa. Jerawat Anda pasti akan segera mengering.

Astringent

Jika Anda memiliki kulit berminyak dan kesulitan menjaga agar wajah Anda tidak bersinar, tomat adalah solusi dari penderitaan Anda. Hancurkan tomat segar dan saring. Buat sedikit jus mentimun dan tambahkan ke dalam jus tomat. Oleskan jus ini dengan bola kapas setiap hari untuk mengontrol sifat berminyak dan jerawat yang berlebihan.

Bagus untuk makan, enak untuk dibersihkan

Masker tomat dan alpukat bekerja dengan sangat baik pada kulit kombinasi. Ini karena tomat bekerja sebagai astringen serta komedo dan agen pereduksi minyak, sedangkan alpukat memiliki efek antiseptik dan pelembab. Satu pak tomat tumbuk dan alpukat membantu menenangkan dan membersihkan kulit kombinasi (berminyak dan kering), karena kaya akan vitamin A, C, dan E. Oleskan paket ini dan bersihkan setelah 20 hingga 30 menit dengan air hangat.

Tidak terbakar lagi

Musim panas semakin dekat dan dengan musim panas yang keras datanglah kulit yang terbakar dan meradang. Banyak kulit orang yang terbakar matahari, kasar dan gatal karena paparan sinar matahari. Hancurkan setengah tomat dan campur dengan dua sendok makan yogurt tawar. Oleskan ramuan ini pada wajah, leher, tangan dan kaki. Cuci bersih setelah 20 menit. Tomat mendinginkan kulit dan menetralkan permukaan sementara yogurt memberikan tambahan protein yang sangat dibutuhkan sekaligus membuatnya lembut dan kenyal.

Kulit yang bercahaya

Untuk mendapatkan kulit yang bercahaya Anda bisa menggunakan campuran madu dengan jus tomat sampai menjadi pasta yang kental. Setelah itu oleskan campuran ini dan bersihkan setelah 15 menit untuk kulit halus dan bercahaya. 

Itu tadi cara menggunakan masker tomat untuk merawat kulit wajah. Namun, demikian perhatikan perubahan dan dampak penggunaan masker alami ini pada wajah Anda. Jika terjadi iritasi, hentikan penggunaan masker ini. 

Baca juga: Selain Dimakan, Tomat Juga Berkhasiat Cegah Jerawat dan Minyak

TIMES OF INDIA

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."