Jeremy Scott Ungkap Tantangan Pakai Boneka Jadi Model Fashion Show Moschino

Jeremy Scott menggunakan boneka sebagai model busana koleksi Musim Semi/Musim Panas 2021 Moschino. Instagram.com/@moschino

mode

Jeremy Scott Ungkap Tantangan Pakai Boneka Jadi Model Fashion Show Moschino

Selasa, 29 September 2020 09:35 WIB
Reporter : Tempo.co Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Pandemi Covid-19 membuat para pelaku mode semakin kreatif saat memamerkan koleksi terbarunya. Salah satu contohnya yang dilakukan Jeremy Scott, direktur kreatif Moschino, ia memakai boneka sebagai model koleksi Musim Semi/Musim Panas 2021.

Menurut desainer 45 tahun itu, peragaan busana dengan model boneka cukup menantang. “Jauh lebih mudah melakukan peragaan busana seperti sebelumnya. Model mengenakan busana koleksi terbaru, berjalan diiringi musik, dan pergi,” ujarnya seperti dilansir dari laman Vogue.

Ia bekerja sama dengan perusahaan efek khusus Jim Henson Creature Shop untuk membuat boneka model berukuran 30 inci atau 76 cm dan set untuk fashion show. Jeremy juga turun langsung saat merekam peragaan busana ukuran mini tersebut.

Busana boneka dibuat di studio di Milan, Italia. Jeremy Scott semakin meningkatkan detail pada busana yang dibuat para seniman. Contohnya, lekuk korset, bagian dalam saku, lapisan bawah di bawah gaun, detail bahan jacquard dan tulle hingga palet romantis emas, merah muda dan biru keabuan.

Semua pekerjaan busana boneka dilakukan dengan tangan, bahkan bahan jacquard diperkecil dan dirajut kembali ke proporsi boneka.

“Penuh dengan cinta, sangat halus, dan rumit,” kata Scott.“Ini terlihat klasik tapi tidak persis. Saya ingin bermain dengan semua kehalusan, tetapi membuatnya berani pada saat bersamaan."

Tak hanya membuat boneka model, Jeremy Scott juga membuat boneka tamu yang biasa mengisi barisan depan atau front row seperti Edward Enninful kepala editor Vogue Inggris, Anna wintour kepala editor Vogue Amerika, Vanessa Friedman, jurnalis New York Times, dan Carlyne Cerf de Dudzeele kolaborator stylist reguler Scott.

“Saya harus menangkap kepribadian unik setiap orang dan kemudian mengubahnya sedikit,” ujarnya. “Untuk setelan Edward, aku memastikannya berbendera Inggris. Saya pikir, jika saya membuat sesuatu yang biasa, apa yang akan saya bayangkan untuknya yang akan menghormatinya di dunianya, tetapi memberikan tanda kecil bahwa saya sedang bermain?”

Selama masa lockdown atau karantina wilayah di Amerika Serikat, Jeremy Scott menghabiskan waktu di rumahnya di Los Angeles. Ia pun merasa ada keterlambatan dalam hal berkarya.

“Sebagai orang yang memiliki sifat untuk membuat rencana ke depan - saya memiliki seluruh ritme di kepala saya,” jelasnya. “Jadwal saya seperti latihan atlet untuk Olimpiade. Saya tahu bagaimana itu terhubung, bagaimana satu koleksi terhubung dengan yang lain, koleksi laki-laki, perempuan, aksesori, dan kemudian rasanya menyatu dengan alam semesta. Tapi kini, hal itu diambil dariku."

Namun ia mencoba untuk melihat sisi baik dari karantina, tetap fokus pada pekerjaan yang bisa dilakukannya, mencoba memasak, dan berpegang pada mantra pribadi: "Saya melihatnya sebagai sebuah kesempatan ... Pikiranku tidak berada di karantina, tubuhku saja."

NIA PRATIWI