Tips Merawat Tanaman Hias Janda Bolong, Pentingnya Pestisida dan Serabut Kelapa

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Tanaman hias dari genus monstera yang populer di kalangan penjual dengan nama janda bolong. Tanaman ini sedang ramai diperbincangkan oleh warganet karena harganya melangit hingga mencapai Rp 100 juta. Pixabay

Tanaman hias dari genus monstera yang populer di kalangan penjual dengan nama janda bolong. Tanaman ini sedang ramai diperbincangkan oleh warganet karena harganya melangit hingga mencapai Rp 100 juta. Pixabay

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Belakangan ini, tanaman hias bernama janda bolong atau Monstera Adansoni Variegata ramai diperbincangkan masyarakat. Pasalnya, harga satu pot janda bolong ditaksir mencapai Rp 100 juta. Adapun setangkai daunnya dinilai 15 juta rupiah.

Harga tersebut dinilai dari warnanya yang unik, yakni perpaduan warna kuning dan hijau dalam satu daun. Selain itu, lubang-lubang pada daun juga menjadi nilai tambah.

Bagi Anda yang tertarik untuk memilikinya tentu harus tahu cara benar merawatnya. Sebab jika tidak, tanaman hias tersebut bisa layu bahkan mati. Pemilik usaha Nanem Taneman, Adawiyah Riwan membagikan beberapa tipsnya.

Pertama, ia mengatakan bahwa penting bagi Anda untuk menyimpan janda bolong di dalam rumah atau ruang terbuka asalkan atapnya tetap tertutup. Sebab, tanaman ini termasuk jenis yang tak bisa langsung terkena paparan sinar matahari.

“Jadi kalau dia terkena matahari terus menerus, ini bisa membuat daunnya gosong dan pada akhirnya mati. Itulah mengapa, sebaiknya simpan di ruangan saja. Tapi tetap sesekali dibawa keluar rumah untuk dapat udara segar ya,” katanya dalam webinar Urban Farming pada 25 September 2020.

Selanjutnya, Adawiyah juga mengimbau pemberian pupuk dan serabut kelapa. Pupuk bisa ditambahkan setiap satu hingga dua minggu sekali, sedangkan serabut kelapa setidaknya enam bulan sekali.

“Pupuk berguna untuk menggemburkan dan menyuburkan tanah, sementara serabut kelapa bisa menjadi bahan mineral alami bagi tanaman,” jelasnya.

Adawiyah juga menyarankan pemberian pestisida dan vitamin. “Pestisidanya bisa diberikan dua minggu sampai satu bulan sekali untuk mencegah hama yang bisa merusak tanaman. Tambahkan vitamin satu minggu sekali juga untuk merangsang tunas pohon baru,” tukasnya.

Apabila janda bolong telah bertumbuh lebat, Anda pun bisa dengan mudah mengembangbiakkannya. Dengan cara memotong bagian persimpangan batang yang memiliki akar. “Biasanya kalau ada tumbuhan baru, akar-akarnya akan keluar di sekitar batang. Itu tinggal digunting saja untuk ditanam lagi,” imbuhnya.

Untuk Anda yang tidak memiliki persediaan tanah, meletakkan akar baru dari janda bolong ke wadah isi air pun bisa dilakukan. “Dia akan tumbuh dengan sendirinya, tidak perlu di tanah juga aman. Yang penting, air harus sering diganti misalnya dua kali seminggu supaya tidak jadi jentik nyamuk,” pungkasnya.

SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."