Dokter Reisa Broto Asmoro Sebut Orang yang Tak Disarankan ke Gym

Anggota Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro menjawab pertanyaan saat wawancara di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Jumat 12 Juni 2020. Dokter yang bernama asli Reisa Kartikasari ini ternyata keluarganya berasal dari Kota Solo dan memiliki gelar kebangsawanan dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

kesehatan

Dokter Reisa Broto Asmoro Sebut Orang yang Tak Disarankan ke Gym

Senin, 29 Juni 2020 13:44 WIB
Reporter : Antara Editor : Rini Kustiani

CANTIKA.COM, Jakarta - Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, dokter Reisa Broto Asmoro menyampaikan siapa-siapa saja yang boleh dan tidak disarankan untuk berolahraga di luar ruang dan di pusat kebugaran.

Pandemi Covid-19 belum berlalu. Sebab itu, menurut dia, penting untuk tetap waspada atas penularan virus corona yang bisa terjadi di mana dan kapan saja. Protokol kesehatan juga harus terus-menerus diingatkan dan diterapkan.

Dokter Raisa Broto Asmoro mengatakan olahraga dengan risiko tinggi tertular Covid-19 adalah olahraga yang dilakukan di tempat umum secara berkelompok dan menggunakan alat secara gantian. "Bagi orang yang punya penyakit diabetes, hipertensi, gangguan paru, gangguan ginjal, autoimun, sedang hamil, dan orang lanjut usia, hindari olahraga tipe ini," kata Reisa seperti disiarkan melalui kanal YouTube, Minggu 28 Juni 2020.

Olahraga yang berisiko rendah tertular Covid-19, menurut dia, adalah olahraga yang dilakukan di rumah secara sendiri atau dengan anggota keluarga dan menggunakan alat olahraga sendiri. "Utamakan olahraga jenis ini," kata Reisa.

Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro saat menyampaikan laporan penanganan Covid-19. Humas BNPB

Bagi orang yang berisiko rendah tertular Covid-19, dokter Reisa Broto Asmoro mempersilakan mereka berolahraga di luar ruangan atau di gym. Syaratnya, dia menambahkan, tetap menjalankan protokol kesehatan yang sudah diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Bagi yang olahraga jalan kaki harus menjaga jarak dua meter, bagi yang berlari menjaga jarak sejauh 10 meter, dan pesepeda menjaga jarak 20 meter. Untuk olahraga di pusat kebugaran, pastikan pengelola tempat gimnastik menerapkan protokol kesehatan dasar, seperti menyiapkan sarana cuci tangan, menjaga jarak saat berolahraga, pengecekan suhu, pengecekan kondisi kesehatan, membatasi anggota yang berlatih, serta melakukan disinfeksi peralatan olahraga.

"Hindari penggunaan penyejuk ruangan dan utamakan sirkulasi udara lewat pintu atau jendela," kata dokter Reisa Broto Asmoro. "Disarankan menggunakan air purifier. Setiap pengunjung harus membawa handuk dan matras masing-masing."

Petugas kasir di gym harus menggunakan masker dan pelindung wajah, membuat jadwal latihan agar setiap peserta bisa menjaga jarak, membedakan jalur masuk dan keluar, serta memastikan setiap anggota serta pelatihnya terbebas dari Covid-19.