Tahukah Kamu, Mengigau saat Tidur Bisa Jadi Tanda Stres Berlebih

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi tidur mangap. Shutterstock

Ilustrasi tidur mangap. Shutterstock

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Beberapa di antara kita pernah alami mengigau atau ngelindur saat tidur. Gangguan tidur itu dikenal dengan istilah somniloquy atau sleep talking dilakukan secara tidak sadar, bahkan orang yang mengalaminya tak akan ingat keesokan paginya. 

Saat mengigau, orang bisa mengucapkan kata yang bermacam-macam. Ada yang mengucapkan kalimat lengkap dan bisa dimengerti, ada yang meracau tak jelas, bahkan ada yang berbicara dalam bahasa yang tidak pernah diucapkan sebelumnya.

Siapa pun bisa mengigau, namun lebih banyak ditemukan pada anak-anak dan laki-laki. Lalu apa saja pemicunya? Ternyata faktor genetik bisa berperan. Jika orang tua atau saudara kandung punya kebiasaan ngelindur, ada kemungkinan kamu mengalaminya.

Lalu, di saat-saat tertentu, ada kemungkinan seseorang lebih sering mengigau dibandingkan dengan sebelumnya. Penyebabnya antara lain sedang sakit atau demam, mengonsumsi alkohol, kelelahan, dan stres berlebih. Selain itu, bisa pula karena mengalami masalah mental seperti depresi, kurang tidur, menderita sleep apnea, atau mimpi buruk.

Gangguan tidur ini sebenarnya tidak tergolong serius. Namun ada kalanya orang yang terbiasa ngelindur perlu memeriksakan diri ke dokter. Utamanya, jika ngelindur terjadi dengan frekuensi cukup ekstrem dan dapat mengganggu kualitas tidur.

Baca juga: Psikiater Bagi 3 Cara Atasi Sulit Tidur di Tengah Pandemi Corona

Mengigau saat tidur juga bisa diikuti masalah lain seperti kejang hingga masalah mental berkelanjutan, meskipun itu sangat langka. Orang yang mulai mengalami ngelindur sejak usia 25 atau usia lanjut tahun perlu waspada dan memeriksakan diri ke dokter. Bisa jadi kondisi itu berkaitan dengan masalah medis tertentu.

Adakah cara mengatasi mengigau? Tidak ada satu cara pasti. Namun beberapa perubahan gaya hidup disebut bisa membantu mengendalikan kebiasaan ngelindur, seperti menghindari minum alkohol, menghindari makan berat jelang waktu tidur, menyusun jadwal tidur teratur, dan melakukan ritual jelang waktu tidur seperti meditasi.

Pastikan pula mematikan lampu atau sumber cahaya lain saat tidur dan mengelola stres.

Anda juga bisa membuat catatan pola tidur selama dua pekan untuk tahu apa yang memicu ngelindur. Kapan mulai tertidur dan terbangun. Kemudian, kaitkan dengan apa yang dikonsumsi hari itu seperti kopi, minuman bersoda, alkohol, ataupun obat-obatan tertentu.

SEHATQ

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."