Gaya Jaket Pelindung Diri Buatan Anne Avantie dan 2 Desainer Lain

Jaket Pelindung Diri rancangan Anne Avantie dengan bahan yang aman dan nyaman (Dok. Anne Avantie)

mode

Gaya Jaket Pelindung Diri Buatan Anne Avantie dan 2 Desainer Lain

Kamis, 4 Juni 2020 15:30 WIB
Reporter : Eka Wahyu Pramita Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Desainer Tanah Air tak berhenti berkarya untuk memenuhi penampilan yang aman sekaligus modis di tengah pandemi Covid-19. Selain membuat aneka masker kain yang nyaman dan menarik, para perancang busana kian banyak memproduksi jaket pelindung diri atau JPD. Fungsi outer atau luaran tersebut melindungi diri dari droplet batuk atau bersin seseorang di ruang publik. 

Anne Avantie salah satu desainer yang memproduksi JPD. Sebelumnya kita ketahui, ia membuat alat pelindung diri atau APD untuk disumbangkan ke rumah sakit.

Desainer kelahiran 22 Mei 1966 ini membuat JPD dewasa dan anak, masker art dan outer masterpiece. Dalam proses pembuatannya ia menggunakan sistem subsidi silang

"Jadi menggabungkan kreativitas bisnis dengan pelayanan kemanusiaan Yayasan Anne Avantie. Karena orang menyumbang dalam membuat APD tidak bisa kita "jagake" untuk menyumbang. Untuk itu diperlukan mata air sebagai cara menghidupkan dengan subsidi silang," ungkap Anne Avantie saat dihubungi Tempo pada Rabu, 3 Juni 2020.

Jaket Pelindung Diri rancangan Anne Avantie dengan bahan yang aman dan nyaman (Dok. Anne Avantie)

"Yang jelas bahan baku aman, nyaman, dan juga bisa bergaya dan tanpa beban seperti tidak sedang pakai APD. Sasaran target produk beragam ya mulai dari korporat, perusahaan, pribadi, dan anak-anak. Range terendah 249 ribu pertama rilis  sampai 299 ribu dan kini mulai melayani yang private. Jadi soal harga beragam," tukasnya.

Selain Anne, desainer asal Yogyakarta Wening Angga juga mulai mempertahankan produksi dan perusahannya Wening's Line dengan membuka jalur produksi konveksi di APD (Alat pelindung diri) bagi tenaga-tenaga medis di rumah sakit- rumah sakit yang membutuhkan, khususnya di daerah Yogyakarta.

Wening telah memproduksi ribuan APD, masker non medis pun dikerjakan dengan inhouse dan outsourcing tenaga jahit. "Kemudian beberapa customer yang request meminta dibuatkan pakaian luar rumah yang aman, meski tetap beraktivitas. Inilah salah satu faktor sumber inspirasi kami dalam membuat pakaian OPD (Outer Pelindung Diri) bagi kaum masyarakat meski di luar rumah,' ucap Wening melalui siaran pers, Selasa 2 Juni 2020.

Outer Pelindung Diri rancangan Wening Angga dengan warna-warna pastel (Dok. Wening Angga)

Dalam membuat OPD, Wening tetap menjaga ciri khas mereknya dan kenyamanan saat dipakai. Proses trial and error juga dilewatinya untuk menyempurnakan koleksinya.

Keunggulan OPD Wening's Line ini antara lain bahan terbuat dari bahan tahan air sehingga dapat melindungi dari droplet akibat bersin atau batuk dari seseorang. Bahan cepat kering karena bahan ringan, mudah dibawa, dan bisa dipakai wanita berjilbab beraktivitas apa pun, termasuk saat wudhu.

"Penggunaan bahan etnik tenun ada dalam sentuhan OPD, sehingga tetap mengangkat kearifan lokal, sesuai dengan DNA brand Wenings Line. Bahan tradisional yang diangkat kali untuk OPD ini adalah tenun Baduy dan tenun lurik Yogya dengan warna light pastel.

Selanjutnya ada desainer Devy Rose. Sama seperti perancang busana lainnya, Devy juga mengandalkan detail dan ciri khas mereknya.

Outer Pelindung Diri rancangan Devy Rose dengan bahan nylon polyester parasit (Dok. Devy Rose)

"OPD dibuat menggunakan bahan nylon polyester parasit sehingga benda atau cairan luar tidak menyentuh tubuh penggunanya. Material juga memiliki sifat anti-air, anti-debu, sangat ringan, memiliki hoodie penutup kepala, dan banyak kantong untuk menyimpan barang-barang Anda," ucap Devy.

Bukan berarti Anda memakai JPD ke mana pun, maka terhindar dari infeksi Covid-19. Ingatlah selalu untuk rutin mencuci JPD usai mengenakannya. Disiplin pula dalam menjaga kebersihan tangan, memakai masker, pola makan bergizi, dan rutin olahraga.

EKA WAHYU PRAMITA