Asri Welas Terdampak Covid-19, Bisnis Baju Pengantin Lesu

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rini Kustiani

google-image
Presenter Asri Welas berpose di Kantor Delta FM, Jakarta Selatan, Kamis (1/3). TEMPO/Dwianto Wibowo

Presenter Asri Welas berpose di Kantor Delta FM, Jakarta Selatan, Kamis (1/3). TEMPO/Dwianto Wibowo

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Aktris Asri Welas Pramawati turut merasakan dampak pandemi Covid-19. Sejak pemberlakuan pembatasan sosial, dia harus menata ulang bisnis butik baju pengantinnya, House of Asri Welas.

"Memang ada beberapa perkawinan yang tertunda, diundur, tapi tidak ada yang batal. Jadi, alhamdulillah pemesanan (baju pengantin) tetap ada," kata Asri, 41 tahun, Selasa, 19 Mei 2020.

Hanya saja, penerapan aturan menjaga jarak telah membuat acara pernikahan tidak dapat dihadiri banyak orang. Akibatnya, pesanan baju pengantin di butik Asri berkurang. "Biasanya pesan untuk satu keluarga besar, sekarang hanya beberapa orang," ucap ibu dua anak ini.

Asri Welas Pramawati

Baju pengantin juga tidak lagi digarap di butiknya di Depok, Jawa Barat. Bersama para karyawannya, Asri mengerjakan desain hingga menjahit pakaian di rumah masing-masing. Setiap baju pengantin dikerjakan delapan orang. "Kami oper-operan ke delapan rumah supaya semua berjalan baik," kata pemain film Cek Toko Sebelah ini.

Di tengah lesunya bisnis butik itu, Asri mengisi kesibukan dengan terlibat dalam pembuatan serial audio Guru-guru Gokil. Seperti para pemain lain, Asri Welas berperan sebagai Ibu Indah, melakukan rekaman suara di rumah. Serial yang dikemas seperti drama radio ini dibikin karena filmnya belum bisa ditayangkan di bioskop.

Melalui serial audio yang disiarkan sejak 4 Mei 2020, Asri Welas tetap bisa mempromosikan film drama komedi itu. "Paling tidak semua calon penonton di rumah bisa mengira-ngira karakter setiap tokohnya seperti apa," ujarnya.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."