Meisya Siregar Pilih Anaknya Sekolah Online di Era New Normal

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
(ketiga dari kiri) Meisya Siregar dan suami Bebi Romeo beserta ketiga buah hatinya, Syabila, Louisa, dan Bambang. Instagram.com/@meisya_siregar

(ketiga dari kiri) Meisya Siregar dan suami Bebi Romeo beserta ketiga buah hatinya, Syabila, Louisa, dan Bambang. Instagram.com/@meisya_siregar

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Presenter Meisya Siregar salah satu orang tua yang menyuarakan tidak setuju terkait rencana sekolah dibuka saat tahun pelajaran 2020/2021 pada 13 Juli 2020 mendatang. Ibu tiga anak itu mengaku belum siap melepas anak-anak ke sekolah di era tatanan baru di tengah situasi Covid-19 atau New Normal. Ia menyoroti tantangan penerapan protokol kesehatan di sekolah beserta beban kerja guru saat mengawasinya.

"TIDAK! Aku nggak akan biarin mereka berisiko terpapar lewat sekolah yang belum tahu bagaimana SOP-nya," tulis Meisya di Instagram pada Jumat, 29 Mei 2020.

Ia membayangkan bagaimana Standar Operasional Prosedur atau SOP kebersihan di area sekolah. Mulai dari disiplin menjaga kebersihan benda-benda di sekolah, disinfeksi ruangan di sekolah hingga memastikan anak-anak rutin cuci tangan sebelum atau sesudah menyentuh apa pun saat belajar.

"Dan sekelas bisa isi 25 orang, apa kabar Bambang sama Louisa yang sangat gak mungkin bisa terjamin jalanin PSBB dengan konsisten?" lanjutnya.

Meisya juga berpendapat bahwa guru pasti akan kewalahan harus menjaga anak-anak usia pra-sekolah untuk tidak sembarangan memegang benda.

"Pilihannya saat ini masih belum tahu, tapi sekolah online saat ini masih menjadi pilihan yang terbaik. Yang jelas angka anak terinfeksi Covid-19 nggak di blow up, padahal katanya ya sudah ribuan. So, I prefer to protect them no matter what. Be ready to make decision then!" tegas istri Bebi Romeo ini.

Dalam keseharian, Meisya bersama keluarga sebisa mungkin berada di rumah saja, kalau tidak ada keperluan mendesak. Keluar rumah untuk bekerja, belanja, dan kebutuhan urgent lain misal ke dokter.

"Intinya seminimal mungkin, semua akan penuh pertimbangan dan gak mungkin akan seperti dulu lagi ke mal seminggu tiga kali, pergi ke mana pun bebas merdeka. Sudah gak akan mungkin lagi ada kamus itu dalam kehidupan baru kita nantinya selama vaksin belum ada. Itu pilihanku," ungkap Meisya Siregar.

EKA WAHYU PRAMITA

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."