Kiat Melembapkan Kulit Wajah selama #dirumahaja

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi wanita cantik berwajah bersih. shutterstock.com

Ilustrasi wanita cantik berwajah bersih. shutterstock.com

IKLAN

CANTIKA.COM, JAKARTA - Meski di rumah saja bukan berarti tidak menjaga kesehatan kulit wajah Anda. Selain memerhatiakn kebersihannya, penting juga untuk menjaga kelembapannya sebab banyak beraktivitas di dalam ruangan

Dokter spesialis kulit dan kelamin Arini Astasari Widodo mengatakan metode yang paling mudah untuk melembapkan kulit adalah menggunakan air. Basahkan kain dengan air, peras, lalu tepuk-tepuk di kulit. Jangan terlalu ditekan pula, sebab keseimbangan kandungan air dan minyak (lemak) dibutuhkan untuk menjaga kulit wajah tetap lembap.

"Apabila di rumah tidak ada pelembap, dapat memberikan minyak zaitun (olive oil) atau minyak kelapa (coconut oil), bukan minyak sawit (palm oil) yang digunakan untuk menggoreng, segera setelah membasahi kulit dengan air," ucap Arini dalam Kuliah Whatsapp "Menjaga Kulit Tetap Sehat Saat Bulan Ramadan" pada Jumat, 8 Mei 2020.

Pastikan pula cukupi kebutuhan cairan dengan air putih, buah, sayuran atau hidangan berkuah seperti sup. Teh dan kopi sebaiknya dihindari karena bersifat diuretik atau membuat lebih sering buang air kecil. 

"Kebutuhan cairan seseorang per hari berbeda-beda berdasarkan berat badan dan aktivitas. Untuk mengeceknya secara online bisa gunakan water intake calculator," tutur Arini.

Metode lain melembapkan wajah dengan mengatur kelembapan udara di ruangan salah satunya memakai humidifier atau alat pelembap udara. Cara lainnya dengan membuka ventilasi rumah (jendela atau pintu) dan hindari memakai pendingin ruangan di rumah selama 24 jam.

Bisa juga dengan menaruh air yang dipanaskan sehingga air yang menguap dapat melembapkan ruangan. Tapi berhati-hati meletakkannya, jauhi dari jangkauan anak-anak.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."