Tri Rismaharini: Pentingnya Puji Anak saat Belajar dari Rumah

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. TEMPO/Fajar Januarta

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. TEMPO/Fajar Januarta

IKLAN

CANTIKA.COM, JAKARTA - Kebijakan belajar dari rumah guna mencegah penularan virus corona baru atau Covid-19 sudah berjalan hampir dua bulan di seluruh Indonesia, termasuk kota Surabaya yang dipimpin Tri Rismaharini atau Risma.

Menurut wali kota berusia 58 tahun ini, belajar secara online atau daring bukan hal baru bagi warganya. Sebab sejak awal 2011 sejumlah bimbingan belajar sudah dilakukan secara online. 

Tri Rismaharini menyebut ada sejumlah hikmah dari belajar online, yaitu meningkatnya penguasaan teknologi bagi siswa, guru, dan orang tua. Di sisi lain, ia tak menutup mata ada proses adaptasi bagi sejumlah orang tua yang berperan sebagai guru di rumah secara tiba-tiba.

"Seorang ibu yang menjadi guru bukan sekadar mengajarkan materi, tetapi juga menyemangati, memberi dorongan, dan memotivasi yang selama ini diberikan oleh para guru," ujar Risma dalam diskusi yang digelar di Kanal YouTube Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bertema "Belajar Bukan Hanya di Sekolah" pada Rabu, 6 Mei 2020.

Ia menekankan pentingnya menyemangati dan memuji anak selama belajar di rumah seperti yang diterapkan di sekolah. Ia berkaca dari pengamatan kebiasaan guru yang suka memuji.

"Padahal kalau di sekolah (anak) bisa mengikuti proses belajar dengan baik, tapi kenapa di rumah disalahkan. Pentingnya peran orang tua dari sisi psikologis agar bisa menyemangati dan memotivasi bahwa pada esensinya belajar bisa di mana saja," katanya.

Saling memuji ini juga bisa diterapkan kepada guru dan orang tua. Tujuannya saling menyemangati untuk menemani anak belajar di tengah situasi saat ini.

Selain itu, Risma juga mengimbau kepada guru untuk memberikan materi belajar yang menyenangkan. Misalnya guru olahraga mengajar virtual, kesenian dan biologi jadi tidak melulu mengerjakan tugas. Diupayakan pula waktu belajar tergantung anak-anak dan orang tua agar bisa mendampingi dalam proses belajar. Jadi, guru bisa melihat langsung bagaimana proses belajar di rumah.

"Saya berharap hal tersebut bisa dikembangkan. Kalau anak selama ini dilepas maka semua bisa berkontribusi bagi pencapaian si anak. Keterlibatan tersebut juga menjadi hal yang positif dan kesempatan yang baik bagi anak-anak," pungkas Risma.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."