Protokol Melayat Ibunda Jokowi Saat Wabah Corona

Ibunda Presiden Joko Widodo, Sudjiatmi Notomihardjo. Instagram Joko Widodo

ragam

Protokol Melayat Ibunda Jokowi Saat Wabah Corona

Kamis, 26 Maret 2020 08:17 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Rini Kustiani

CANTIKA.COM, Jakarta - Ibunda Presiden Joko Widodo, Sudjiatmi Notomihardjo meninggal karena kanker tenggorokan pada Rabu, 25 Maret 2020, pukul 16.45 WIB. Ibunda Jokowi meninggal dalam usia 77 tahun di Rumah Sakit Tentara Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah.

Jenazah Sujiatmi Notomihardjo dibawa dari rumah sakit ke rumah duka di Jalan Pleret Raya Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo, pada pukul 18.41 WIB. Jika pada umumnya masyarakat melakukan takziyah atau melayat ketika ada orang yang meninggal, saat ini kondisinya jauh berbeda.

Wabah corona yang terjadi membuat protokoler melayat lebih ketat. Dari pantauan, tak terlihat pelayat di sekitar rumah duka ibunda Jokowi. Hanya keluarga dan petugas keamanan yang boleh masuk dengan melalui prosedur pemeriksaan suhu tubuh. Petugas juga memasang pembatas di jalan masuk ke arah rumah duka.

Ibunda Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo akan dimakamkan hari ini, Kamis 26 Maret 2020 pukul 13.00 di pemakaman keluarga di Mundu, Karanganyar, Solo.

Sejumlah tetangga Presiden Jokowi (tengah) mendatangi rumah duka ibunda Presiden Joko Widodo, Sudjiatmi Notomihardjo di Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Rabu, 25 Maret 2020. Presiden juga meminta kepada para menteri untuk tidak melayat dan tetap bekerja. ANTARA/Maulana Surya

Presiden Joko Widodo juga tak mengizinkan para menterinya mendampingi, kecuali dua orang saja. Mereka adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

"Dua anggota kabinet yang berangkat ke Solo untuk mendampingi Presiden Joko Widodo," kata Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman dalam keterangan tertulis, Rabu 25 Maret 2020. Presiden Jokowi berpesan agar anggota kabinet berserta jajarannya tetap bekerja dan fokus pada tugas masing-masing.

Di Instagram, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat mendoakan ibundanya dari jauh. "Atas nama keluarga besar almarhumah, saya memohonkan doa dari jauh. Semoga segala dosa-dosa almarhumah diampuni oleh Allah SWT," tulis Jokowi.

Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengajak masyarakat mendoakan almarhumah ibunda Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo, dari rumah masing-masing. "Masyarakat tidak perlu datang atau melayat ke rumah duka sehingga memunculkan kumpulan dan kerumunan massa," kata Budi Arie yang juga Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Dengan mendoakan dari rumah dan tidak datang melayat, artinya masarakat telah membantu mencegah persebaran wabah corona.

FRISKI RIANA | AHMAD RAFIQ | DEWI NURITA | RINI K