Ibunda Jokowi Meninggal karena Kanker Tenggorokan

Calon presiden Joko Widodo (kiri) bersama Ibunda Sujiatmi Notomihardjo (kanan) memanjatkan doa untuk Ayahanda Alm. Widjiatno Notomihardjo saat ziarah makam di Tempat Pemakaman Keluarga, di Desa Gedangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (14/6). ANTARA/Widodo S. Jusuf/Pool

ragam

Ibunda Jokowi Meninggal karena Kanker Tenggorokan

Kamis, 26 Maret 2020 06:48 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Rini Kustiani

CANTIKA.COM, Solo - Ibunda Presiden Joko Widodo, Sudjiatmi Notomihardjo meninggal di Solo pada Rabu, 25 Maret 2020. Ibunda Jokowi meninggal sekitar pukul 16.45 WIB di Rumah Sakit Tentara Slamet Riyadi, Solo dalam usia 77 tahun.

Presiden Jokowi mengatakan ibunda sudah empat tahun menderita penyakit kanker tenggorokan. Keluarga sudah berupaya agar kondisinya membaik. "Sudah berikhtiar, utamanya ke RSPAD Gatot Subroto," kata Jokowi di rumah duka di Solo, Jawa Tengah.

Setelah mendengar kabar tersebut, Presiden Joko Widodo langsung terbang ke Solo dan tiba di Rumah Sakit Tentara Slamet Riyadi seusai maghrib. Setelah berada di rumah sakit selama 15 menit, rombongan Presiden Jokowi serta mobil jenazah langsung meninggalkan rumah sakit menuju rumah duka.

Presiden Joko Widodo alias Jokowi (tengah) didampingi putra sulung presiden, Gibran Rakabuming Raka (kanan) beserta keluarga memberikan keterangan pers terkait wafatnya ibunda Sujiatmi Notomiharjo di rumah duka, Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Rabu, 25 Maret 2020. Ibu Sujiatmi Notomiharjo meninggal dunia karena sakit kanker yang sudah diderita selama 4 tahun. ANTARA/Maulana Surya

Presiden Joko Widodo adalah anak sulung dan satu-satunya putra Sudjiatmi Notomihardjo. Presiden Jokowi memiliki tiga adik perempuan. Mereka adalah Iit Sriyantini, Ida Yati, dan Titik Relawati. Rencananya jenazah Sudjiatmi Notomihardjo dimakamkan hari ini, Kamis 26 Maret 2020 pukul 13.00 di pemakaman keluarga di Mundu, Karanganyar, Solo.

Bagi Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo adalah tempat bertanya sekaligus teman diskusi. Joko Widodo kerap meminta pendapatnya saat akan membuat keputusan besar dalam berbisnis hingga karier politik. "Karena saya pernah menabrak apa yang dilarangnya. Hasilnya memang tak berkah, malah gagal total," kata Jokowi seperti dikutip dari Majalah Tempo edisi 30 Juni 2014.

AHMAD RAFIQ | DEWI NURITA