Menjajal All You Can Eat Holycow Steakhouse, Tak Habis Bayar

Sajian barbeku di Restoran HolyGyu. TEMPO/Nita Dian

kuliner

Menjajal All You Can Eat Holycow Steakhouse, Tak Habis Bayar

Senin, 10 Februari 2020 12:02 WIB
Reporter : Praga Utama Editor : Rini Kustiani

CANTIKA.COM, Jakarta - Jaringan restoran steik Holycow Steakhouse by Chef Afit, yang meliputi Holycow, Holyribs, dan Loobie Lobster, menghadirkan model bersantap sepuasnya alias all you can eat. Saat datang ke restoran Holygyu di Jalan Panjang, Jakarta Barat, tampak pelanggan sedang sibuk memasak di meja masing-masing. Suara mendesis dari wajan panggangan mendominasi.

Pramusaji mengarahkan tempat duduk kepada tamu yang baru datang. Kami mendapat dua lembar menu yang berisikan dua pilihan paket makanan: Rp 98 ribu untuk 4 jenis daging; dan Rp 137 ribu untuk sembilan jenis daging. Aneka daging yang ditawarkan antara lain Australian Top Side, Australian Shortplate, Australian Beef Liver, Chef Afit Special Cuts, Marbling Beef, Australian Top Side, Saikoro, Wagyu Top Side, Wagyu Bolar, dan Gyutan.

Pelanggan boleh memesan semua jenis daging itu, sesuai dengan paket yang dipilih, dan memakan sebanyak-banyaknya. Dalam kedua paket yang ditawarkan itu, konsumen juga bebas mengambil nasi putih, aneka sayuran, hingga sosis. Pilihan minuman seperti teh hijau dingin, lemonade, dan sirup jeruk juga boleh dinikmati sesukanya. Durasi untuk menyantap aneka hidangan itu dibatasi 90 menit.

Varian daging dalam paket sembilan daging di Restoran HolyGyu di Jl Panjang, Kebon Jeruk. TEMPO/Nita Dian

Jika dalam waktu selama itu pengunjung menyisakan makanan yang diambilnya, konsekuensinya akan ada denda sebesar Rp 50 ribu per 100 gram makanan tersisa. "Aturan itu bukan untuk membatasi, tapi mengajak orang supaya lebih bijak dalam mengambil makanan," kata Afit Dwi Purwanto atau biasa disapa Chef Afit, pemilik restoran.

Meski harus memasak sendiri, pengunjung tak akan kesulitan. Setiap meja dilengkapi kompor mini dengan wajan panggangan. Minyak yang digunakan untuk memanggang berasal dari lemak sapi yang membuat cita rasa daging terasa lebih gurih dan wangi.

Holygyu menyediakan tiga jenis saus, yakni special sweet sauce yang manis, special spicy sauce pedas, dan teriyaki sauce yang gurih. Satu jenis cocolan lain yang tak kalah lezat adalah togarashi alias cabai bubuk khusus yang diolah chef Afit. "Ini yang menjadi andalan kami, tidak akan ditemukan di tempat lain."

Menu pendamping dan variasi saos di Restoran HolyGyu. TEMPO/Nita Dian

Di restoran ini, Afit menyediakan sejumlah pilihan daging berlemak yang dikenal punya cita rasa baik, yakni wagyu dan saikoro. "Penggunaan daging wagyu asli di Holygyu memang sudah menjadi ciri khas grup restoran Holycow," tutur dia. Dia berani menjamin wagyu yang dijual itu asli. "Buktinya terlihat dari sertifikat keaslian yang kami tempel di restoran."

Dengan sertifikat bertuliskan Tokusen Wagyu Beef, Chef Afit menambahkan, daging yang dinikmati konsumen benar-benar berasal dari spesies sapi asal Jepang penghasil daging yang memiliki 'pola marmer' atau lemak tinggi. "Nikmati daging per potong, jangan makan terburu-buru," ujar Afit. Cara ini, kata dia, tidak akan membuat perut cepat kenyang sehingga konsumen bisa benar-benar menikmati sensasi makan sepuasnya.