Ria Irawan Meninggal Karena Kanker, 5 Cara Ini Bisa Turunkan Risiko Kanker pada Wanita

Ria Irawan. Instagram

kesehatan

Ria Irawan Meninggal Karena Kanker, 5 Cara Ini Bisa Turunkan Risiko Kanker pada Wanita

Senin, 6 Januari 2020 09:17 WIB
Reporter : Tempo.co Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Kabar duka menyelimuti dunia hiburan Indonesia dengan kepergian aktris Ria Irawan pada Senin pagi, 6 Januari 2020. Ria Irawan meninggal di usia 50 tahun setelah melawan penyakit kanker kelenjar getah bening stadium empat.

Sebelumnya, Ria Irawan pernah divonis menderita kanker endometrium pada 2014. Ia dinyatakan sembuh setelah menjalani berbagai pengobatan, seperti kemoterapi dan radiasi. Tiga tahun berselang, sel kanker dalam tubuhnya aktif kembali dan penyakit itu kambuh.

Ria Irawan harus bolak-balik ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk menjalani pengobatan. Terakhir ia dirawat pada September 2019.

Penyakit kanker pada wanita merupakan ancaman mematikan yang mengintai di seluruh dunia. Selain pentingnya deteksi dini dengan rutin pemeriksaan kesehatan, ada baiknya pula kita melakukan tindakan pencegahan dari gaya hidup sehat dan saat berada di lingkungan.

Berikut cara menurunkan risiko kanker pada wanita

1. Menjauhi asap rokok

Kanker paru menjadi penyebab utama kematian akibat kanker di Indonesia dengan persentase 14% dari total kematian karena kanker berdasarkan data dari Indonesian Cancer Information & Support Center (CISC), seperti dikutip dari laman Sehatq 19 Februari 2019. Angka kematian karena kanker paru-paru di Indonesia bahkan mencapai 88%.

Perokok pasif yang sering menghirup asap rokok dari seseorang di rumah atau mobil, bisa meningkatkan risiko kanker paru-paru sebanyak lima kali lipat.

2. Mengurangi berat badan

Obesitas merupakan salah satu penyebab kematian akibat kanker setiap tahunnya. Pada November 2007, American Institute for Cancer Research (AICR) menyatakan bahwa obesitas dapat meningkatkan risiko kanker seperti pankreas, kandung empedu, payudara, endometrium (lapisan rahim), dan kanker ginjal. Jagalah berat badan dalam kisaran yang dianggap sehat.

3. Bergerak Aktif

Menurut American Institute for Cancer Research (AICR), semua bentuk aktivitas fisik dapat membantu mencegah penyakit kanker. Hanya berolahraga 30 menit setiap hari dapat mengurangi risiko kanker pada wanita sebanyak 50%.

4. Memperbanyak sayuran dan buah

Ada sejumlah sayuran dan buah yang bisa mencegah kanker tertentu. Misalnya, tomat dan semangka mengandung lycopene yang terbukti dapat mengurangi risiko kanker prostat. Umumnya, pola makan sehat untuk mencegah kanker kaya akan nabati.

5. Jauhi Alkohol

Konsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko kanker. Semakin banyak yang diminum, maka akan semakin besar risikonya. Terutama jenis kanker mulut, kanker tenggorokan, dan kanker kerongkongan.

Jalani gaya hidup sehat untuk menghindari Anda dari segala jenis kanker. Selain itu, lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai tindakan pencegahan untuk mendeteksi potensi-potensi kanker pada tahap awal, sehingga lebih mungkin untuk diobati.

SEHATQ | ANTARA