Curhat Direktur Keuangan Tani Unggul Kelola Bisnis Keluarga

Stevani Salim Direktur Keuangan Tani Unggul saat ditemui di Satoo Restaurant, Shangri-La Hotel Jakarta, Rabu 20 November 2019. TEMPO/Silvy Riana Putri

karir

Curhat Direktur Keuangan Tani Unggul Kelola Bisnis Keluarga

Jumat, 29 November 2019 18:00 WIB
Reporter : Cantika.com Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Saat membahas topik bisnis keluarga, banyak faktor yang membuat generasi penerus mau membangun atau melanjutkannya. Salah satu di antara motivasi itu bermuladari cerita keluarga, seperti yang dialami Stevani Salim Direktur Keuangan Tani Unggul. Bersama ketiga saudaranya, ia fokus mengembangkan Tani Unggul untuk menyejahterakan para petani Indonesia berkaca dari orang tuanya yang juga petani.

“Kami lahir dari keluarga petani. Papa saya petani bawang merah dan cabai. Semua beliau kerjakan sendiri mulai dari bibit hingga pengolahan lahan. Jadi, saat kakak saya William mengajak saya bergabung ke Tani Unggul, saya mengiyakan karena ingin membesarkan perusahaan keluarga sekaligus mensejahterakan petani Indonesia,” ucap Stevani saat ditemui di Jakarta, Rabu 20 November 2019.

Tani Unggul bergerak di bidang jasa dengan mengumpulkan produk-produk sayuran terbaik di setiap daerah Nusantara, lalu dipasok ke sejumlah supermarket ternama di ibukota dan beberapa kota besar Indonesia, seperti Bali dan Bandung.

Bisnis yang berdiri sejak 2013 ini didirikan oleh William Salim saat berusia 22 tahun. Sementara, Stevani bergabung pada 2017. Sebelum bergabung ke Tani Unggul, Stevani pernah bekerja di salah satu anak perusahaan ASTRA dan perusahaan keuangan lainnya.

William Salim CEO Tani Unggul dan Stevani Salim Direktur Keuangan Tani Unggul saat ditemui di Satoo Restaurant, Shangri-La Hotel Jakarta, Rabu 20 November 2019. TEMPO/Silvy Riana Putri

Dengan bekal pengalaman di dua perusahaan tersebut, Stevani bekerja sama dengan ketiga kakaknya mengelola perusahaan. Lalu, apa saja tantangan bidang keuangan yang ia hadapi?

“Untuk membuat Tani Unggul ini beneran seperti korporasi. Maksudnya korporasi itu kita punya struktur organisasi, kita punya research and deveploment, kita punya pembedaan yang jelas, dan sistem yang baku,” tutur ia.

Lebih lanjut ia memaparkan, “Contohnya, kalau dulu, mau ngeluarin uang buat bikin kartu nama, yaudah keluarin uang gitu aja tanpa ada flow yang jelas. Di situ saya bikin flow yang jelas. Mau bikin kartu nama atau beli pulpen, ya harus ada approval-nya.”

Menurut Stevani, adanya pencatatan yang jelas dari segi keuangan guna mencegah tercampur uang perusahaan dan uang pribadi. Selain itu, ia juga menerapkan sistem administrasi yang rapi dan penagihan piutang.

“Kenapa pak William ajak saya, takutnya ada piutang yang enggak tertagih. Contohnya, hari ini kami kirim ke Carrerfour dan Giant, besoknya lagi kami kirim Giant saja, lusa kami kirim ke Carrefour dan Giant. Kalau pembukuan dan sistemnya enggak beres bisa kacau. Apalagi sekarang kami menyuplai lebih dari 400 toko di 23 kota seluruh Indonesia, ke depannya juga akan ekspansi ke Jawa Tengah dan Yogyakarta," ucap ia.

Dikisahkan oleh Stevani hingga November 2019 ini tidak ada piutang yang menggantung, sebab diterapkan aturan akan melakukan penagihan bila supermarket atau toko sudah tidak bayar melebihi tiga bulan.

"Di situah saya me-maintain piutangnya juga. Sebagai finance, saya berusaha me-maintain administrasi lebih jelas. Kami develop sistem kita sendiri. Kalau enggak ada sistem, kita bisa botak,” imbuh ia.

Produk-produk Tani Unggul di supermarket atau toko diberi label Sunrise. Tani Unggul memasok lebih dari 400 toko di 23 kota seluruh Indonesia. Di antaranya Giant, Hypermart, Carrefour, Ranch Market, Food Hall, All Fresh hingga Pepito dan Coco Mart di Bali.