Ciputra di Mata Putri Sulungnya: Siang Malam Bicara Properti

Ir Ciputra bersama putrinya, Rina Ciputra Sastrawinata, jelang pameran 100 Tahun Hendra Gunawan (1918-2018) bertajuk 'Prisoner of Hope' di Ciputra Artpreneur Museum, Jakarta, 30 Juli 2018. Jenazah sosok yang akrab disapa Pak Ci ini rencananya akan dibawa ke Jakarta, namun belum pasti kapan akan dikebumikan. TEMPO/Nurdiansah

ragam

Ciputra di Mata Putri Sulungnya: Siang Malam Bicara Properti

Rabu, 27 November 2019 19:30 WIB
Reporter : Tempo.co Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Pengusaha properti Ciputra meninggal di Singapura, Rabu, 27 November 2019 pukul 01.05 waktu setempat. Menurut putri sulungnya Rina, Ciputra meninggal dunia setelah mendapat perawatan akibat sakit yang dideritanya di Singapura.

Ciputra meninggal dalam usia 88 tahun. Dia merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara yang lahir di Parigi, 24 Agustus 1931. Ciputra meninggalkan istri, 4 anak, 4 menantu, 10 cucu, 4 cucu menantu, dan 7 cicit.

"Kami sangat kehilangan sosok ayah, kakek, dan pimpinan yang menjadi suri teladan bagi keluarga dan keluarga besar dari Grup Ciputra,” kata Rina dalam keterangan tertulis, Rabu, 27 November 2019.

Dalam laporan khusus Majalah Tempo, 13 April 2015, Rina Ciputra Sastrawinata mengatakan selama hidupnya dididik ayahnya menjadi pengusaha properti. Peraih gelar MBA dari Claremont Graduate School Los Angeles Amerika Serikat, sejak 1981 menggeluti bisnis properti.

Ia bercerita terjun ke bisnis properti tanpa ada paksaan ayahnya. Tapi, ia menambahkan, "Property is a given." Hampir setiap siang dan malam, keluarga Ciputra selalu berbicara tentang properti. "Ya, keluarga kami ini seperti keluarga dokter. Kalau ayah atau ibunya dokter, anak-anaknya biasanya nurun menjadi dokter juga."

Rina Ciputra Sastrawinata, CEO Ciputra Group Property. Ia mengawali karier di bisnis property pada 1981 di PT Metropolitan Kencana. TEMPO/FrannotoIr Ciputra bersama putrinya, Rina Ciputra Sastrawinata, jelang pameran 100 Tahun Hendra Gunawan (1918-2018) bertajuk 'Prisoner of Hope' di Ciputra Artpreneur Museum, Jakarta, 30 Juli 2018. Jenazah sosok yang akrab disapa Pak Ci ini rencananya akan dibawa ke Jakarta, namun belum pasti kapan akan dikebumikan. TEMPO/Nurdiansah

Meski Ciputra tak pernah menyediakan waktu khusus untuk berbicara dengan anak-anaknya mengenai bisnis properti, toh Rina, Junita, serta si kembar Candra dan Cakra akhirnya terjun ke properti. Setiap kali ada kesempatan, Ciputra selalu bercerita mengenai perkembangan dunia properti. Lama-lama Rina dan adik-adiknya pun bertekad mempertahankan kerajaan bisnis Ciputra Group.

Rina mengawali karier di bisnis properti di Tanah Air pada 1981 di PT Metropolitan Kencana sebagai marketing manager, begitu kembali dari kuliah di Los Angeles, Amerika Serikat. Dua tahun kemudian, dia melompat menjadi Presiden Direktur Century 21, perusahaan broker perumahan, dan Presiden Direktur PT Ciputra Development Tbk.

Seiring dengan pengembangan bisnis Ciputra Group, bisnis properti ini dibagi menjadi empat sub-grup. Sub-grup I dipimpin suami-istri Budiarsa Sastrawinata dan Rina Ciputra. Kelompok ini antara lain menggarap perumahan Citra Garden Jakarta, perumahan di Palembang, serta proyek perumahan di Vietnam, Kamboja, dan Cina. Sub-grup II dipasrahkan ke pasangan Harun Hajadi dan Junita Ciputra. Fokus kelompok ini adalah proyek perumahan di berbagai kota di Tanah Air.

Sub-grup III dipimpin Cakra dan Candra Ciputra, yang antara lain menghasilkan Ciputra World Jakarta dan bakal merambah ke proyek baru di negara-negara Asia lainnya. Terakhir, Ciputra Group membentuk divisi baru yang dinamakan Ciputra Artpreneur, yang dipasrahkan ke Rina Ciputra sebagai pemimpin di gerbong ini.

Divisi baru ini merupakan pengembangan dari divisi corporate social responsibility. Ciputra telah berpesan kepada anak, menantu, dan cucu-cucunya agar mereka mengembalikan apa yang sudah diambil dari masyarakat kepada masyarakat.

MAJALAH TEMPO | ANDITA RAHMA | M YUSUF MANURUNG