Studi: Saat Mencari Pacar Ada Kecenderungan Sering Mirip Mantan

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi pasangan jatuh cinta. shutterstock.com

Ilustrasi pasangan jatuh cinta. shutterstock.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Salah satu obat putus cinta adalah membuka diri dan berkencan dengan pria baru. Tapi lucunya, beberapa di antara kita kerap terpikat dengan pacar yang punya beberapa kesamaan dengan mantan. Apakah Anda salah satunya? Jujur, kami pun pernah mengalami situasi itu. Padahal, dalam hati kita sudah bertekad untuk menutup lembaran mantan, tapi mengapa bertemu lagi dengan orang-orang yang mirip mantan. Aneh tapi nyata.

Ternyata, penelitian pun mendalami situasi tersebut. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of National Academy of Sciences, menunjukkan bahwa orang sering mencari pacar dengan tipe yang mirip mantan sebelumnya.

"Adalah umum bahwa ketika suatu hubungan berakhir, orang-orang mengaitkan perpisahan itu dengan kepribadian mantan pasangan mereka dan memutuskan bahwa mereka perlu berkencan dengan tipe orang yang berbeda,” kata ketua penulis studi Yoobin Park dari Universitas Toronto di Kanada, seperti dikutip dari laman Times of India.

Lebih lanjut, ia memaparkan, “Tetapi penelitian kami menunjukkan ada kecenderungan kuat bagi orang-orang untuk tetap berkencan dengan kepribadian yang sama.

Penelitian ini menggunakan data 332 orang dari studi multi-tahun pasangan dan keluarga di beberapa kelompok usia, tim peneliti membandingkan kepribadian pasangan saat ini dan masa lalu.

Menurut laporan, peserta dalam penelitian ini menilai ciri-ciri kepribadian pasangan sekarang dan masa lalu yang terkait dengan kesesuaian, kesadaran, masa lalu, keterbukaan bercerita hingga tingkat memori.

Menariknya, analisis dari respons tersebut menunjukkan cara mereka menunjukkan pasangan saat ini sama seperti masa lalu, kata para peneliti.

"Tingkat konsistensi dari satu hubungan ke yang berikutnya menunjukkan bahwa setiap orang mungkin memang memiliki 'tipe'," ucap Geoff MacDonald, profesor di Universitas Toronto, Kanada.

"Dan meskipun data kami belum menjelaskan mengapa orang kerap memiliki pasangan yang mirip, pasangan orang menunjukkan kepribadian yang sama, patut dicatat bahwa kita membuktikan kecenderungan orang memilih pasangan mirip dengan mantan dan itu di luar kemiripan dengan diri sendiri," tandas ia.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."