Ibu dengan HIV dan Hepatitis B Boleh Menyusui dengan Syarat Ini

Ilustrasi menyusui. MomJunction

kesehatan

Ibu dengan HIV dan Hepatitis B Boleh Menyusui dengan Syarat Ini

Kamis, 31 Oktober 2019 20:15 WIB
Reporter : Antara Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Ibu dengan virus penyakit menular, seperti Human Immunodeficiency Virus atau HIV dan Hepatitits B masih bisa tetap menyusui. Namun, ada hal-hal yang harus diperhatikan untuk memperkecil risiko penularan virus. 

Dokter spesialis anak Leni Ervina mengatakan, ibu dengan HIV dianjurkan memilih salah satu metode, apakah hanya air susu ibu (ASI) atau hanya susu formula. "Hal itu untuk menghindari penularan virus yang lebih parah lagi dan memperkecil risiko penularan, karena dikhawatirkan terjadi alergi susu sapi yang menyebabkan luka pada saluran cerna maka virus HIV akan lebih mudah masuk," kata Leni Ervina dalam talkshow dengan tema "Do & Don't Menyusui Secara Medis" yang diselenggarakan oleh Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Daerah Lampung, di Bandar Lampung, Sabtu, 26 Oktober 2019. 

Adapun untuk ibu yang mengidap Hepatitis B bisa menyusui dengan catatan bayi sudah dilakukan pemberian imunoglobulin Hepatitis B dan vaksin Hepatitis B secara bersamaan pasca-persalinan. Imunoglobulin Hepatitis B disarankan diberikan 12 jam segera pasca-persalinan.

Karena itu, ibu dengan HIV dan Hepatitis B tidak perlu khawatir untuk tetap menyusui selama tata laksananya sudah benar.

Dokter Leni juga menyarankan kepada para ibu yang memiliki indikasi medis atau anak yang memiliki indikasi medis untuk berkonsultasi kepada tenaga kesehatan, agar mendapatkan bantuan praktis terkait pemberian ASI sesuai indikasi medis.

Selain dr Leni Ervina MKes SpA (K) narasumber talkshow yang diselenggarakan oleh AIMI Daerah Lampung ini, juga menghadirkan Risanna Innisa Arinal. Ibu yang menyusui dua orang anak dan biasa dipanggil Ica ini menyampaikan perjalanan tandem nursing.

Ica memilih tetap menyusui anak pertamanya ketika sedang hamil anak kedua. Banyak pihak yang meragukan pilihannya. Namun setelah berkonsultasi dengan dokter, ia dan suami semakin yakin tetap melakukan tandem nursing

ANTARA