Mau Terima Pekerjaan Baru? Cek Kecocokkan Lewat 7 Pertanyaan Ini

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
Ilustrasi karyawati berbincang dengan atasan. (The Times of India)

Ilustrasi karyawati berbincang dengan atasan. (The Times of India)

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Sama halnya seperti saat memutuskan resign atau berhenti dari pekerjaan, menerima pekerjaan baru juga harus melalui sejumlah kepastian. Penting untuk memikirkan setiap tawaran pekerjaan baru dengan hati-hati, sebelum Anda menandatangani kontrak. Ada sejumlah pertimbangan yang harus dipikirkan mulai dari lingkungan baru, kenaikan gaji hingga eksplorasi kemampuan diri.

Seperti dilansir dari laman Real Simple, berikut tujuh pertanyaan yang memastikan Anda cocok dengan tawaran pekerjaan yang baru.

1. Apakah pekerjaan ini akan membuat saya menjadi yang terbaik?

“Berada dalam pekerjaan yang sepenuhnya memanfaatkan kekuatan dan keterampilan unik Anda mendorong Anda terlibat sepenuhnya dengan pekerjaan,” kata Joseph Liu, konsultan perubahan karier yang berbasis di London dan presenter podcast Career Relaunch.

"Sebaliknya, melakukan pekerjaan yang membuatmu merasa seperti tidak memanfaatkan siapa dirimu sebenarnya bisa sangat membuat frustrasi." Pertimbangkan apakah Anda akan berada di posisi yang tepat agar tereksplorasi kemampuan diri Anda.

2. Apakah pekerjaan ini akan memberi saya energi?

"Melakukan pekerjaan yang menggairahkan, pastinya berujung pada kepuasan kerja jangka panjang yang lebih besar karena Anda lebih bersemangat," ucap Liu.

3. Seperti apa lingkungan di kantor baru?

Perhatikan orang-orang di perusahaan baru mulai dari atasan Anda, rekan kerja hingga siapa saja yang menjadi tim atau bawahan Anda. "Mereka dapat mendukung atau menghancurkan kepuasan Anda dalam bekerja," kata Jenna Hess, pelatih layanan karir di Boston Consulting Group di Chicago.

“Wawancara seperti kencan pertama yang panjang — semua orang mengedepankan yang terbaik. Sekarang setelah Anda memiliki tawaran, mintalah waktu untuk berbicara dengan mereka lagi,” sambung Hess.

Ia menyarankan untuk merencanakan percakapan satu lawan satu daripada makan siang kelompok, karena orang lebih mungkin membuka diri dengan cara ini. “Ajukan pertanyaan yang Anda mungkin ragu disampaikan saat wawancara silam; Kapan mereka biasanya masuk ke kantor dan pulang setiap hari? Seberapa sering dan untuk berapa lama mereka memeriksa email atau melakukan pekerjaan begitu mereka tiba di rumah? Seperti apa jalan menuju promosi?," papar Hess. "Lebih baik menyiapkan diri daripada terkejut dengan pekerjaan yang tidak menyenangkan."

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."