6 Kesalahan saat Menghapus Noda Pakaian, Termasuk Pakai Pemutih

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Silvy Riana Putri

google-image
www.grinclothing.com

www.grinclothing.com

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Anda pasti pernah mengalami saat mengenakan pakaian putih lalu terkena noda makanan, pasti rasanya menyebalkan dan panik. Terlebih lagi, saat itu akan menghadiri rapat dan tidak membawa baju ganti. Beberapa di antara kita kerap mengatasinya dengan segera menggosokkan noda tersebut, tapi ternyata itu kelalaian yang harus dihindari. Sebab tindakan tersebut bisa memperbesar area noda lebih meluas.

Menurut Tom Harari, CEO dan salah satu pendiri Cleanly, layanan binatu dan dry cleaning berdasarkan permintaan di New York, Amerika Serikat, ada sejumlah langkah yang harus diperhatikan sebelum membawa pakaian bernoda ke binatu profesional.

Berbagai jenis noda pakaian memerlukan perawatan yang unik, ia menjelaskan. “Dari noda protein saja terdiri dari susu hingga darah. Adapula noda jenis tannin yang berasal dari minuman anggur atau pewarna rumput. Masing-masing noda protein itu punya reaksi yang berbeda dengan kain, sehingga membutuhkan pelarut pembersih yang berbeda pula,” kata Harari.

"Itu adalah pekerjaan para ahli yang tahu bagaimana mengidentifikasi dan memberikan penanganan yang tepat.”

Oleh karena itu, Harari mengingatkan sejumlah hal yang harus diperhatikan saat pakaian terkena noda. Antara lain segera membawa pakaian yang terkena noda ke binatu hingga jangan asal menggunakan pemutih pakaian.

Ilustrasi pakaian. (Unsplash/Bianca Castillo)

Berikut ini kesalahan yang kerap dilakukan sejumlah orang yang diamati Harari seperti dikutip dari laman The Kitchn.

1. Membiarkan pakaian bernoda terlalu lama

“Kesalahan terbesar yang sering dilakukan seseorang ketika ada noda pakaian adalah membiarkan selama beberapa hari setelah kejadian. Jika noda tidak ditangani dengan cepat, itu akan sulit saat menghapus noda pakaian, bahkan mungkin bisa permanen menempelnya,” ucap Harari.

Itu sebabnya ia mengingatkan untuk segera membawa pakaian bernoda ke binatu profesional. “Di sana, kami memiliki semua keahlian dan pembersih bahan kimia yang sesuai dengan jenis pakaian serta nodanya.”

2. Menggosok noda pakaian

"Kamu seharusnya tidak pernah menggosok noda. Saat menggosok noda pakaian akan membuat noda lebih menempel pada kain,” tutur Harari.

3. Membersihkan noda pakaian dari bagian tengah

"Jika Anda mencoba untuk menghapus noda dari kain, bekerja dari luar ke dalam, bukan dari bagian tengah. Ketika Anda mencoba untuk menghilangkan noda dari bagian tengah memicu area lebih besar dari seharusnya," pungkas Harari.

4. Menggunakan air panas.

“Jangan pernah menggunakan air panas pada noda karena dapat mengikat noda pada pakaian. Alih-alih, jika Anda ingin mencoba melakukan sesuatu sebelum pergi ke binatu, gunakan air hangat," kata Harari.

5. Memakai pemutih pakaian

“Ketika kain halus seperti sutra yang terkena noda, hindari memakai pemutih noda. Sebab pemutih noda itu adalah bahan kimia keras yang bisa merusak bahan pakaian," Harari menjelaskan.

6. Menghapus noda dengan DIY produk

"Beberapa orang mempercayai menghapus noda pakaian dengan semprotan rambut, penghapus cat kuku hingga jus lemon. Kembali lagi, setiap jenis bahan pakaian punya treatment tertentu, penanganan yang salah bisa memperburuk noda dan ketahanan serat pakaian," tukas Harari.

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."