Media Sosial Ikut Mendongkrak Jumlah Pencinta Berlian

Cincin berlian koleksi Frank & co. bertajuk Frank Deer Collections/Franck & co.

ragam

Media Sosial Ikut Mendongkrak Jumlah Pencinta Berlian

Senin, 2 September 2019 20:30 WIB
Reporter : Tempo.co Editor : Silvy Riana Putri

CANTIKA.COM, Jakarta - Pesatnya perkembangan teknologi menyentuh setiap lini kehidupan masyarakat, termasuk industri perhiasan. Salah satu contohnya adalah jumlah pencinta berlian semakin banyak ditelisik dari suburnya para penjual berlian secara daring. Ternyata kekuatan media sosial itu diamini oleh Public Relation Manager PT Central Mega Kencana Nickoline Retna. Ia mengungkapkan kenaikan jumlah pecinta berlian salah satunya didukung oleh perubahan gaya hidup berbasis teknologi.

"Seperti halnya banyak merek perhiasan mulai memasuki marketplace, e-commerce, menggunakan influencer dan menyebarkan awareness pada media sosial dan digital," kata Nickoline, dalam keterangan pers yang diterima Tempo.

Media sosial, menurut Nickoline, membuat masyarakat semakin terbiasa melihat penampilan yang baik. Tidak jarang masyarakat menggunakan perhiasan berlian dan akhirnya mulai mempelajarinya. "Hingga mereka menyukai perhiasan berlian," ucapnya.

Selain itu, kata Nickoline, semakin banyaknya strategi marketing yang memberikan harga kompetitif di pasar dan kemudahan dalam pembayaran untuk memiliki perhiasan berlian kini sudah dapat dinikmati oleh setiap orang. Hal tersebut juga diduga menjadi faktor pendorong semakin banyak orang menyukai berlian.

Nickoline pun menambahkan bahwa berlian saat ini diartikan sebagai lambang cinta abadi. "Tidak hanya sebagai perhiasan, berlian dibeli sebagai hadiah cinta, baik untuk diri sendiri, pasangan, orang tua, anak, teman dan lain-lain," ucap Nickoline.

Selain demi menyenangkan orang lain, tidak jarang pula berlian dijadikan sebagai hadiah untuk diri sendiri. "Hadiah untuk diri sendiri karena telah mencapai sesuatu misalnya promosi jabatan," tukasnya.

Sementara itu, menurut COO PT Central Mega Kencana, peritel perhiasan di Indonesia, Petronella Soan kondisi masyarakat saat ini berbeda dengan 20 tahun lalu, ketika PT CMK merintis usaha mereka. Saat itu, kebanyakan orang membeli perhiasan di toko-toko setempat yang terpercaya selam turun-temurun. "Keberadaan 70 gerai PT CMK di 18 kota berhasil menumbuhkan rasa percaya yang sama terhadap toko ritel berlian seperti kepercayaan itu diberikan kepada toko berlian tradisional," tandas Petronella.

MITRA TARIGAN