Dana Pendidikan Perempuan 13 Gelar Akademik Ini sampai Rp 1 M

Reporter: Tempo.co
Editor: Silvy Riana Putri
Minggu, 18 Agustus 2019 07:00 WIB
Dana Pendidikan Perempuan 13 Gelar Akademik Ini sampai Rp 1 M

CANTIKA.COM, JakartaYenita Dosen Tetap Universitas Tarumanegara ini melalui beragam perjuangan untuk memiliki 13 gelar akademik di usia 39 tahun, termasuk waktu dan keuangan. Menurut pengakuan Yenita, ayah dan ibunya hanya membiayai pendidikan sarjana dan satu masternya saja. Selebihnya, ia membiayai sendiri ke-11 gelar akademiknya. Biaya yang harus ditanggung terbilang sangat mahal, yakni sekitar satu miliar rupiah. 

“Orang tua hanya membiayai S1 dan S2 saya yang pertama. Lainnya saya biaya sendiri. Kalau dihitung-hitung Rp 1 miliar,” katanya saat dihubungi Tempo.co pada 16 Agustus 2019.

Untuk menghimpun dana pendidikan tersebut, Yenita tak hanya bekerja sebagai dosen. Dia juga bekerja sebagai karyawan di beberapa perusahaan besar di Jakarta. “Dari semua gaji saya itu, dikumpulkan untuk biaya kuliah. Saya juga menabung untuk S3 karena S3 itu butuh biaya yang besar,” ucapnya.

Selain menguras kantong demi lancarnya pendidikan yang dijalani, waktu bersenang-senang pun harus direlakan. Ia mengaku sering menolak ajakan teman untuk bermain. Ia lebih memilih menggunakan waktu untuk mengerjakan tugas kuliah.

Dosen tetap Universitas Tarumanegara yang memiliki 13 gelar akademik, Yenita/untar.ac.id

“Mau main sama teman harus mikir-mikir dulu karena bisa habis 5 jam-an untuk nonton, makan, ngobrol, dan macet di jalan, sedangkan itu bisa saya gunakan untuk mengerjakan tiga paper tugas makalah,” ujarnya.

Meski demikian, semua usahanya berbuah manis. Ia akhirnya dapat menyelesaikan semua pendidikan dengan tepat waktu. Rincian 13 gelar akademik yang diraih Yenita terdiri dari satu sarjana, sepuluh master dan dua doktor.

Di mana setiap master ditempuh dalam waktu 1,5 tahun dan doktor dengan tiga tahun saja. Bahkan, Yenita juga berhasil meraih predikat lulusan terbaik untuk enam pendidikannya dan tiga kali mendapat indeks prestasi kumulatif (IPK) 4.

“Memang tidak mudah dan banyak yang harus dikorbankan. Tapi semua buahnya sangat baik. Orang tua juga mendukung jadi ini adalah hadiah juga untuk mereka,” tandasnya.

SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA