Fenita Arie - Arie Untung Cerita Rawannya 5 Tahun Pertama Nikah

Reporter: Astari Pinasthika Sarosa
Editor: Rini Kustiani
Selasa, 16 Juli 2019 20:09 WIB
Fenita Arie - Arie Untung Cerita Rawannya 5 Tahun Pertama Nikah

CANTIKA.COM, Jakarta - Pasangan selebriti Fenita Arie dan Arie Untung baru saja merayakan hari ulang tahun pernikahan yang ke-14 pada 5 Februari 2019. Fenita Arie dan Arie Untung dikaruniai tiga anak, yakni Misbareta Fathir Gavin Daffa, 13 tahun, Misbareta Aisyah Mikhaila (11), dan Mezbareta Yusuf Athalla (2).

Lantas apa rahasia pernikahan harmonis dari Fenita Arie? "Setiap pasangan punya cara masing-masing untuk menjaga keharmonisan dalam hubungan. Aku lebih ke kepercayaan," tutur Fenita Arie di Sheraton Hotel, Jakarta Selatan, Selasa 16 Juli 2019.

Fenita Arie mengakui di awal-awal pernikahan masih sering ribut. Menurut dia, hubungan suami istri pada 5 tahun pertama pernikahan masih sangat rentan karena masing-masing pasangan harus membiasakan diri dengan perubahan dan mendalami karakter satu sama lain.

"Setiap pasangan harus menerima kalau tidak semua pasangan itu sempurna," kata Fenita Arie. "Jadi, tidak hanya menerima kelebihan mereka, tapi harus bisa menerima kekurangannya juga."

Fenita Arie - Arie Untung berfoto dengan keluarganya. Instagram.com/@Ariekuntung

Selain itu, komunikasi juga menjadi unsur yang penting. Fenita Arie dan Arie Untung memiliki tabungan bersama atas nama Arie Untung. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi konflik di antara pernikahan mereka dan meningkatkan komunikasi.

Pada saat Fenita Arie mulai bekerja, mereka memutuskan untuk membuat tabungan bersama. Dengan cara tersebut, semua penghasilan akan masuk ke tabungan yang sama untuk mengurangi ego antara suami dan istri.

Saat menggunakan uang dari tabungan tersebut harus ada komunikasi juga. "Mas Arie, walaupun cowok kan dia belanja juga. Jadi bilang saja mau beli apa. Terkadang sudah beli duluan terus baru bilang juga enggak masalah asalkan intinya tidak berlebihan," ucap Fenita Arie. Baik Fenita Arie maupun Arie Untung memahami berbagai barang yang dibelanjakan kerap menjadi aset untuk perawatan diri dan untuk pekerjaan.