Langsung Tidur setelah Sahur, Awas Stroke Mengintai

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Yayuk Widiyarti

google-image
ilustrasi tidur (pixabay.com)

ilustrasi tidur (pixabay.com)

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Tak sedikit orang yang langsung tidur usai sahur karena tak mampu menahan ngantuk. Padahal hal ini bisa berdampak buruk pada kesehatan.

Salah satu masalah yakni GERD atau gastroesophageal reflux disease, penyakit pencernaan yang paling umum di dunia. Spesialis penyakit dalam dari RSCM/FKUI, Dr. Dr. Ari Fahrial Syam, mengatakan langsung tidur setelah sahur menyebabkan asam lambung kembali ke arah kerongkongan sehingga saluran cerna bermasalah.

Baca juga:
Alasan Teh Tak Dianjurkan Diminum saat Sahur

Seseorang yang mengalami GERD biasanya merasa dadanya panas seperti terbakar. Tidur dalam posisi telentang setelah makan bisa memperburuk kondisi ini. Jika tidak diobati, asam lambung yang masuk ke kerongkongan dapat merusak selaput lendir.

Masalah lain ialah heatburn akibat kelebihan asam lambung yang menghasilkan sensasi terbakar dari perut ke dada dan tenggorokan. Mereka yang mengalami heatburn umumnya suaranya serak, radang tenggorokan, batuk kering terutama di malam hari.

Sebenarnya, mereka juga akan kesulitan pada malam hari. Selain itu, stroke juga bisa mengancam yang langsung tidur usai makan. Seperti dilansir Livestrong, sebuah studi dari Sekolah kedokteran Universitas Ioannina di Yunani menemukan orang yang memberikan jeda paling lama tidur setelah makan berisiko terendah terkena stroke di kemudian hari.

Studi ini melibatkan 500 orang sehat, 250 orang sebelumnya mengalami stroke dan 250 yang didiagnosis dengan sindrom koroner akut.

Namun, jika benar-benar tak bisa menahan kantuk usai santap sahur, konsultan gastroenterologi hepatologi dr. Hendra Nurjadin, SpPD-KGEH menyarankan untuk tak langsung tidur dalam posisi berbaring. Anda bisa tidur dalam posisi duduk atau setengah berbaring.

Artikel lain:
Pilih Nasi Merah atau Putih untuk Sahur, Ini Saran Dokter

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."