MUFFEST Kembali Mengharapkan Dukungan Presiden

Kolaborasi Zoya dengan Fatin Shidqia di MUFFEST 2018, Jakarta Convention Center, Minggu 22 April 2018. TEMPO/Astari Pinasthika Sarosa

ragam

MUFFEST Kembali Mengharapkan Dukungan Presiden

Selasa, 23 April 2019 16:52 WIB
Reporter : Astari Pinasthika Sarosa Editor : Yayuk Widiyarti

CANTIKA.COM, Jakarta - Indonesia tengah mendorong diri sebagai tujuan pusat mode muslim dunia. Sebagai salah satu langkah untuk mencapai tujuan tersebut, Muslim Fashion Festival (MUFFEST) hadir untuk menampilkan tren-tren terbaru di mode muslim Indonesia.

MUFFEST 2019 diselenggarakan 1-4 Mei 2019 di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat. Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan MUFFEST 2018 dan panitia berharap ia terus menunjukkan dukungan untuk mode muslim Indonesia.

“Memang MUFFEST ini satu-satunya event mode yang RI-1 pernah datangi dan hanya meresmikan MUFFEST saja. Dengan adanya kehadiran dan keterlibatan Pak Presiden ke acara MUFFEST ini, tidak mungkin dia datang hanya untuk datang saja, tapi juga untuk mengetahui perkembangan industri modest,” jelas Ali Charisma, National Chairman Indonesian Fashion Chamber di JCC, Jakarta Pusat, Senin, 22 April 2019.

Artikel lain:Muffest, 100 Desainer Tampilkan Indonesia Tren Forecasting 2018MUFFEST 2018 Dimulai, Saatnya Berburu Koleksi Busana Muslim

Walaupun belum menjadi pusat mode muslim dunia, tidak bisa dipungkiri kalau mode muslim di Indonesia terus berkembang, terutama karena pasar yang semakin besar, membuat permintaan yang tinggi untuk inovasi dan desain terbaru di industri mode muslim.

“Busana muslim yang tadinya tahun 1994 itu mungkin 1-2 desainer saja, dengan adanya kemajuan industri mode ini, pemerintah tidak ada pilihan lagi kecuali mendukung modest fashion,” lanjut Ali.

Mode muslim bukan hanya semakin besar di Indonesia saja, tapi sudah semakin besar di seluruh dunia. Karena itu, potensi untuk membuat Indonesia sebagai pusat mode muslim di dunia sebenarnya cukup besar.