Pakar Tak Anjurkan Anak Sarapan yang Manis, Ini Alasannya

Reporter: Antara
Editor: Yayuk Widiyarti
Kamis, 11 April 2019 20:03 WIB
Pakar Tak Anjurkan Anak Sarapan yang Manis, Ini Alasannya

CANTIKA.COM, Jakarta - Pakar gizi dari Institut Pertanian Bogor menganjurkan orang tua untuk memberikan asupan gula yang tidak berlebihan atau hanya secukupnya pada anak untuk menghindari potensi kegemukan.

“Anjuran konsumsi gula 50 gram per hari itu merupakan warning bagi kita semua dalam memberikan asupan gula itu harus secukupnya, terutama bagi anak-anak kita karena bahaya obesitas,” kata Guru Besar bidang Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, Profesor Ali Khomsan.

Artikel terkait:

Sarapan itu Penting, Tapi Ingat Waktu dan Menu yang Tepat

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 Kementerian Kesehatan mengungkapkan peningkatan prevalensi obesitas (indeks massa tubuh di atas 27,0) pada 2007 sebesar 10,5 persen dan menjadi 21,8 persen pada 2018 untuk usia lebih dari 18 tahun. Sedangkan obesitas sentral (lingkar perut perempuan lebih dari 80 cm dan laki-laki 90 cm) untuk usia di atas 15 tahun yakni 18,8 persen pada 2007 menjadi 31,0 persen pada 2018.

Ilustrasi anak sarapan. shutterstock.com

Walaupun gula merupakan sumber energi untuk otak anak yang dapat digunakan dalam proses belajar, mengonsumsi gula berlebihan atau bahkan sarapan dengan makanan dan minuman yang manis tidak dianjurkan.

“Apabila makanan di pagi hari itu didominasi oleh yang manis-manis, misalnya makan kue yang manis-manis kemudian minum teh manis dan sebagainya, itu yang tidak selalu dikehendaki,” kata Ali.

Dia menjelaskan bahwa makanan-makanan yang banyak mendatangkan gula akan banyak menyerap vitamin B dalam proses pencernaan sehingga akan terjadi ketidakseimbangan dalam tubuh. Ali menyarankan untuk mendapatkan asupan gula dari sumber makanan yang berasal dari karbohidrat kompleks seperti nasi atau sereal agar tidak berlebihan.

Baca juga:
Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Sarapan buat Anak