Dokter Ingatkan Bahaya Anemia selama Kehamilan

Reporter: Antara
Editor: Yayuk Widiyarti
Kamis, 28 Februari 2019 15:22 WIB
Dokter Ingatkan Bahaya Anemia selama Kehamilan

CANTIKA.COM, Jakarta - Dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto, dr. Setya Dian Kartika SpOG., mengingatkan para ibu hamil untuk mewaspadai anemia atau kurang darah selama kehamilan.

"Ibu hamil perlu mewaspadai anemia atau kurang darah karena memiliki dampak yang cukup besar, baik pada ibu maupun pada janin yang dikandungnya," kata perempuan yang biasa disapa dokter Ika itu.

Ika, yang praktik di RS Ananda Purwokerto, menjelaskan anemia saat kehamilan bisa mempengaruhi distribusi oksigen yang diangkut oleh sel-sel darah merah ibu untuk memberikan nutrisi dan oksigen kepada janin yang dikandungnya.

Artikel lain:
Kebanyakan Penderita Anemia Wanita dan Anak, Kenali Gejalanya

"Ada beberapa jenis anemia pada ibu hamil, namun yang cukup sering terjadi pada ibu hamil adalah anemia defisiensi besi atau kekurangan zat besi," katanya.

Kekurangan zat besi pada ibu hamil tersebut sering kali luput dari perhatian petugas kesehatan sehingga ibu hamil perlu melakukan pemeriksaan darah rutin guna memantau kondisi kesehatannya. Terlebih lagi kejadian anemia defisiensi besi biasanya meningkat pada masa kehamilan trimester kedua dan trimester ketiga.

"Risiko yang dapat terjadi akibat anemia dalam kehamilan di antaranya adalah kegagalan persalinan spontan, hamil lewat waktu, malpresentasi, solusio plasenta, dan persalinan sectio caesaria," katanya.

Sedangkan efek anemia terhadap janin yang dilahirkan adalah bayi berat lahir rendah (BBLR), persalinan prematur, hingga antropometri janin terhambat yang terlihat pada lingkar kepala janin.

"Sebagaimana diketahui bahwa lingkar kepala merupakan dasar penilaian janin tumbuh dengan baik atau tidak, dan hal ini sangat mungkin dapat mempengaruhi kecerdasan di masa yang akan datang," katanya.

Sementara itu, dia juga mengatakan komplikasi kehamilan pada ibu yang mengalami anemia adalah risiko terjadinya keguguran, mual, dan muntah, jumlah air ketuban berlebihan, ancaman lahir prematur, hingga lepasnya plasenta pada implantasinya (solusio plasenta).

Baca juga:
Anemia Ternyata Bukanlah Penyakit Akibat Kurang Darah  

"Karena dampak anemia cukup berbahaya maka ibu hamil perlu adanya asupan suplementasi zat besi atau asam folat, atau kombinasi keduanya yang harus dikonsumsi oleh ibu selama kehamilannya," katanya.

Selain itu, ibu hamil juga perlu mengonsumsi makanan bergizi selama kehamilan guna memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil termasuk zat besi.

"Sayur bayam, daging, hati ayam, juga baik dikonsumsi oleh ibu hamil untuk mendapatkan asupan zat besi secara alami," katanya.