Nguyen Thi Phuong Thao, Miliuner Tangguh Pemilik VietJet Air

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Yunia Pratiwi

google-image
Nguyen Thi Phuong Thao, VietJet Aviation CEO. VietJet Aviation JSC

Nguyen Thi Phuong Thao, VietJet Aviation CEO. VietJet Aviation JSC

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta – Nama Nguyen Thi Phuong Thao CEO VietJet Air menempati urutan 55 dari daftar The World’s 100 Most Powerful Women yang dirilis Forbes pada 2018. Seperti dikutip dari laman VIR (Vietnam Investment Review), urutan Nguyen Thi Phuong Thao mengalahkan politisi Amerika Serikat Hillary Clinton.

Pada Desember 2011, Nguyen Thi Phuong Thao merilis maskapai bertarif rendah pertama di Vietnam, VietJet Air. Dalam kurun waktu lima tahun, VietJet Air menjadi perusahaan publik yang mengoperasikan 40 persen dari keseluruhan penerbangan di negara Vietnam. Perkiraan pendapatan VietJet Air mencapai US$ 1,2 miliar atau sekitar Rp 17,1 triliun.

Baca juga: VietJet Air Bikin Heboh Pramugari Pakai Bikini, Ketahui Maksudnya

Melihat dari latar belakang pendidikan, Nguyen Thi Phuong Thao mempelajari studi ekonomi dan keuangan di Soviet, Rusia pada era 1980-an. Dia mulai berdagang ke wilayah Eropa bagian timur dan Asia. Dia kembali ke Vietnam 11 tahun lalu dan merintis karir di bank sebelum mengelola proyek real estate di kota Ho Chi Minh dan resor di kota Vietnam.

Dari bekal perjalanan karir lebih dari dua dekade tersebut, Nguyen mendapatkan ide untuk membuat maskapai penerbangan bertarif rendah. Menurut prediksinya, akan terjadi peningkatan jumlah penerbangan di Vietnam. “Saya selalu mempunyai tujuan dan bertransaksi berskala besar,” kata Nguyen kepada Forbes Vietnam. “Saya tidak pernah melakukan apa pun dalam skala kecil. Ketika orang-orang berdagang satu kontainer (barang), saya sudah berdagang dalam jumlah ratusan kontainer.”

Nguyen mulai mewujudkan idenya untuk membuat maskapai penerbangan bertarif rendah dengan meriset sejumlah model penerbangan sejenis yang sudah eksis di wilayah barat daya, seperti Ryan Air dan AirAsia. Dia telah mengantongi lisensi terbang VietJet Air sejak 2007, namun ditunda karena saat itu harga minyak dunia menjulang tinggi.

Pada 2010, Nguyen sempat melakukan joint venture dengan Air Asia. Ketika langkah itu gagal, dia memilih peluncuran maskapai sendiri pada tahun berikutnya. Nguyen dan sang suami Nguyen Thanh Huang adalah pemilik saham terbesar di VietJet Air melalui perusahaan mereka, Sovico Holdings.

Selanjutnya, Nyuen Thi Phuong Thao suka menyanyi dan jadi pembicara

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."