Gisella Anastasia Gugat Cerai, Kondisi Rumah Tangga Berubah

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rini Kustiani

google-image
Gisella Anastasia dan Gading Marten telah melangsungkan pernikahannya di Gereja Tirtha Luhur, Uluwatu, Bali, pada Sabtu 14 September 2013 lalu. Foto/instagram/gisel_la

Gisella Anastasia dan Gading Marten telah melangsungkan pernikahannya di Gereja Tirtha Luhur, Uluwatu, Bali, pada Sabtu 14 September 2013 lalu. Foto/instagram/gisel_la

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Rumah tangga Gisella Anastasia dan Gading Marten selama ini terlihat adem ayem. Tak ada gosip yang merebak dan semua tampak harmonis, terlebih dengan kehadiran anak semata wayang mereka yang lucu Gempita Nora Marten.

Baru-baru ini kabar buruk datang dari pasangan yang menikah pada 14 September 2013 itu. Gisella Anastasia mengajukan gugatan cerai kepada Gading Marten. Belum jelas apa penyebab munculnya guguatan itu.

Gisella Anastasia hanya meminta supaya publik mendoakan apapun yang terbaik bagi mereka bertiga. "Saya memohon doanya untuk kami bertiga dengan jalan yang ada di depan kami," tulis Gisella Anastasia.

Mengutip Raising Children, pasangan yang masuk ke tahap peceraian harus bisa menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi di dalam rumah tangga. Tentu bukan hal yang mudah, terutama jika sudah punya anak.

Di awal menjadi orang tua tunggal, ada banyak perubahan yang akan dihadapi. Pada awalnya, terjadi pergulatan emosi yang kuat, seperti marah, sedih, frustrasi, takut, kaget, bersalah, dan menyesal. Namun, bisa saja masing-masing pihak merasa lega karena terbebas dari konflik dan tekanan dengan masalah rumah tangga mereka.

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua tunggal baru dalam menghadapi perubahan di rumah tangga setelah bercerai.

1. Mencari dukungan
Keluarga dan teman-teman memiliki peran besar dalam menghadapi perubahan di rumah tangga. Jika tidak dapat memperoleh dukungan dari mereka, carilah orang tua tunggal lainnya, atau bahkan tetangga. Cobalah mengobrol dengan orang tua di kelompok bermain atau sekolah anak.

2. Fokus pada apa yang bisa dikendalikan
Beberapa hal akan berada di luar kendalimu. Misalnya, apa yang terjadi ketika anak sedang bersama mantan pasanganmu. Jangan pikirkan itu dan fokus pada hal-hal yang bisa kamu kendalikan.

3. Berpikir positif
Berpikir positif tentang masa depanmu dan buah hati. Kamu bisa mewujudkan impian-impian yang belum terwujud saat masih menikah dan bisa juga membuat impian atau tujuan baru untuk diri sendiri dan anak.

ASTARI PINASTHIKA SAROSA

Baca juga:
Tubuh Gisella Anastasia Lebih Berisi, Gempi Mau Punya Adik?

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."