Pilih-pilih Tabir Surya yang Cocok buat Anak

foto-reporter

Reporter

foto-reporter

Editor

Rini Kustiani

google-image
Tabir surya

Tabir surya

IKLAN

CANTIKA.COM, Jakarta - Matahari memancarkan dua jenis sinar ultraviolet, yakni sinar ultraviolet A dan B. Sinar ultraviolet A berisiko menghitamkan kulit, sementara sinar ultraviolet B memiliki efek membakar kulit. Jika terpapar dalam waktu lama, sinar ultraviolet A dan B berbahaya bagi kulit karena meningkatkan risiko kanker kulit.

Baca juga:
Resolusi 2018: Merawat Kulit, Pakai Tabir Surya dan Pelembap
Tabir Surya SPF 110, Bekal Dua Srikandi Pendaki Seven Summits

Siapa pun yang terpapar sinar matahari, baik laki-laki maupun perempuan serta sudah dewasa maupun anak-anak, perlu melindungi kulit dari sinar ultraviolet. Khusus buat anak-anak, orang tua sebaiknya memilih tabir surya yang aman dan nyaman. Berikut ini tiga hal yang harus diperhatikan dalam memilih dan memakaikan tabir surya untuk si kecil.

1. Jenis tabir surya
Ada berbagai macam tabir surya di pasaran. Ada yang berbentuk losion, krim, gel, hingga semprotan. Direktur Program Melanoma dan Onkologi Universitas Utah, Amerika Serikat, Sancy Leachman, menyarankan memilih tabir surya berbentuk semprotan buat anak karena lebih praktis.

2. Tes di kulit
Jangan langsung menggunakan tabir surya ke seluruh tubuh anak. Coba dulu di bagian tubuh yang mudah dipantau, misalnya punggung tangan, dan lihat reaksinya dalam 24 jam. Perhatikan apakah muncul tanda kemerahan atau ruam setelah pemakaian? Jika tidak ada reaksi dari kulit, tabir surya itu aman dipakai.

3. Ketahui kandungan tabir surya
Baca apa saja zat yang terkandung di dalam tabir surya, terutama jika kulit anak termasuk sensitif. Tabir surya dengan kandungan titanium dioksida atau seng dioksida biasanya lebih jarang menyebabkan iritasi karena bahan-bahan itu tidak terserap kulit.

AURA

Iklan

Berita Terkait

Rekomendasi Artikel

"Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini."